Berita Nasional
Fokus Bentuk Karakter dan Disiplin, 1.500 Kadet Unhan Disiapkan Jadi Kakak Asuh 44 Ribu Siswa Sekolah Rakyat

Kolaborasi Kementerian Sosial dan Universitas Pertahanan menghadirkan 1.500 kadet sebagai kakak asuh bagi sekitar 44 ribu siswa Sekolah Rakyat. Program ini difokuskan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan generasi muda.
BERITA PATROLI – JAKARTA
Bukan sekadar belajar di ruang kelas. Sekitar 44 ribu siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan pendampingan langsung dari 1.500 kadet Universitas Pertahanan (Unhan) yang disiapkan menjadi kakak asuh di 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Program tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian, hingga kepemimpinan para siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico dan Rektor Unhan Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho di Kampus Unhan, Salemba, Jakarta Pusat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, para siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang, kemampuan, serta kebiasaan yang beragam. Terlebih, penerimaan siswa tidak dilakukan melalui tes akademik.
Karena itu, menurut Gus Ipul, pembentukan karakter dan kedisiplinan harus menjadi bagian penting sejak awal mereka mengikuti pendidikan.
“Kadet-kadet ini diharapkan bisa menjadi model. Mulai dari membiasakan bangun tepat waktu, tidur tepat waktu, merawat diri, menjaga barang pribadi, membersihkan tempat tidur, melipat baju, hingga menata pakaian dengan benar,” ujar Gus Ipul.
Program pengabdian tersebut dijadwalkan mulai diberangkatkan pada 9 Oktober 2026 dan berlangsung selama dua pekan.
Pendampingan diberikan kepada siswa SD, SMP, hingga SMA. Pola pembinaan akan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan masing-masing siswa, termasuk siswa yang berkebutuhan khusus.
Kehadiran para kadet Unhan tidak hanya difokuskan pada latihan kedisiplinan. Mereka juga akan terlibat dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk membentuk kebiasaan positif dan menanamkan nilai tanggung jawab.
Kegiatan meliputi baris-berbaris, bangun pagi, senam, makan bersama, kegiatan keagamaan, pembelajaran di kelas, pembinaan etika, hingga kegiatan kepramukaan.
Para siswa juga akan diberikan ruang untuk belajar kepemimpinan. Salah satunya dengan memberikan kesempatan menjadi ketua kelas secara bergantian.
Rektor Unhan Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho mengatakan, sekitar 1.500 kadet akan diterjunkan ke 182 titik Sekolah Rakyat.
Selama dua pekan, para kadet diharapkan tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi para siswa dalam menjalankan kehidupan yang disiplin dan bertanggung jawab.
“Harapan kami kadet-kadet ini bisa membantu adik-adik Sekolah Rakyat memperbaiki dan membentuk kebiasaan yang bagus, membentuk kedisiplinan, serta membentuk karakter mereka,” kata Anton.
Menariknya, para kadet berasal dari berbagai program studi dan fakultas. Artinya, pendampingan tidak hanya berkutat pada pembentukan karakter, tetapi juga dapat diperkuat dengan pengetahuan sesuai bidang masing-masing.
Kadet yang memiliki kompetensi di bidang matematika, misalnya, dapat membantu siswa dalam pembelajaran matematika.
Konsep kakak asuh tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang lebih dekat antara kadet dan siswa. Para kadet akan berbagi pengalaman sekaligus menjadi figur yang dapat diteladani oleh siswa.
“Intinya, kadet-kadet kami akan menjadi kakak asuh siswa Sekolah Rakyat. Mereka akan menyatu, berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga harapan kami adik-adik ke depan punya figur untuk diharapkan menjadi pemimpin di masa depan,” pungkas Anton.
Kolaborasi Kementerian Sosial dan Unhan ini diharapkan tidak berhenti pada program dua pekan. Lebih jauh, pembinaan tersebut diharapkan meninggalkan kebiasaan positif yang terus melekat pada diri siswa, mulai dari disiplin, mandiri, beretika, hingga memiliki keberanian untuk menjadi pemimpin di masa depan.
(Tomy)




You must be logged in to post a comment Login