BREAKING NEWS
Tragis! Ibu dan Anak di Madiun Ditemukan Tewas, Suami Siri Masukkan Korban ke Mesin Penggilingan Sampah

Misteri hilangnya Dini Hardiyanti (30) bersama putranya, Arshaka (4), sejak 20 September 2026 akhirnya terungkap. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan. Suami siri korban berinisial DBM ditangkap setelah diduga terlibat dalam pembunuhan keji tersebut. Perubahan alibi, pesan mencurigakan dari ponsel korban, hingga penelusuran sinyal digital menjadi sejumlah kejanggalan yang sebelumnya disampaikan keluarga.
BERITA PATROLI – MADIUN
Kasus hilangnya Dini Hardiyanti (30) bersama putra balitanya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), yang dilaporkan ke Polres Madiun sejak 20 September 2026, akhirnya berujung pada penemuan yang sangat mengenaskan. Ibu dan anak tersebut ditemukan tewas mengenaskan, dengan dugaan pembunuhan yang dinilai jauh lebih kejam dari kasus-kasus kriminal sebelumnya.
AKBP Arbaridi Jamhur, Kasubdit Jatanras Polda Jatim, dalam keterangannya saat wawancara di salah satu stasiun radio Surabaya mengungkapkan bahwa kekejaman pelaku dalam kasus ini bahkan melampaui kasus pembunuhan koper merah di Kediri yang terjadi setahun lalu. Pasalnya, jasad korban didapati dimasukkan ke dalam mesin penggilingan sampah.
Pelaku pembunuhan keji ini diketahui merupakan suami siri korban berinisial DBM. Berkat gerak cepat aparat kepolisian, pelaku berhasil ditangkap dan diamankan setelah sempat kabur dan berkeliaran di wilayah Jombang, Jawa Timur.
Deretan kejanggalan sebelum jasad ditemukan, sebelum kasus ini terungkap sepenuhnya, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Ikbal Sermaf, S.H., M.H., sempat mengungkap sejumlah kejanggalan serius yang menyertai raibnya korban berdasarkan dokumen laporan resmi di Polres Madiun Kota:
* Alibi Berubah-ubah: Suami korban tercatat mengubah alibinya sebanyak tiga kali saat dimintai keterangan.
* Pesan Teks Mencurigakan: Sempat muncul pesan teks dari ponsel korban yang melarang keluarga untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dengan gaya pengetikan (typing style) yang sangat mencurigakan.
* Pelacakan Digital: Hasil penelusuran digital menunjukkan sinyal HP korban berada di titik lokasi yang sama dengan suami siri di Surabaya. Padahal, saat itu pelaku berdalih sedang berada di Madiun.
* Kepergian Tanpa Bekal: Korban meninggalkan rumah secara mendadak tanpa membawa perlengkapan dasar seperti baju ganti, bekal, maupun uang pribadi.
Kasus pembunuhan sadis ini kini tengah berada dalam pengawalan ketat aparat penegak hukum dan publik guna memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya yang di luar batas kemanusiaan.
(Nyoto, Hari Kaking, Tomy, Supriyanto)




You must be logged in to post a comment Login