Hukum dan Kriminal
Ibu dan Balita Hilang Sejak September, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan

Dini Hardiyanti (30) bersama putranya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Keluarga mengungkap sejumlah kejanggalan dan mendesak Polres Madiun Kota segera mengintensifkan pencarian demi memastikan keselamatan keduanya.
BERITA PATROLI — MADIUN
Hilangnya Dini Hardiyanti alias Mocca Bianca (30) bersama putranya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), sejak 20 September 2026 menyisakan sejumlah pertanyaan. Keluarga bersama kuasa hukumnya mendesak kepolisian mengusut tuntas perkara tersebut dan memastikan keselamatan ibu serta anak itu.
Laporan orang hilang telah disampaikan ke SPKT Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026 oleh Khanza, adik kandung Dini. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LOH/7/X/2026/SPKT/POLRES MADIUN KOTA/POLDA JAWA TIMUR.
Kuasa hukum keluarga, Ikbal Sermaf, S.H., M.H., mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang menurut pihak keluarga perlu segera ditelusuri penyidik.

Laporan orang hilang telah disampaikan ke SPKT Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026. Keluarga berharap polisi segera memberikan perkembangan penanganan yang jelas, menindaklanjuti setiap petunjuk, dan mengutamakan keselamatan Dini serta Arshaka.
Pertama, keterangan suami Dini mengenai keberadaan istri dan anaknya disebut berubah hingga tiga kali saat dimintai konfirmasi. Kedua, keluarga menerima pesan teks yang melarang mereka melapor ke polisi. Namun, gaya pengetikan pesan tersebut dinilai berbeda dari kebiasaan Dini.
Kejanggalan lain muncul dari penelusuran digital. Menurut keterangan keluarga, pelacakan sinyal telepon seluler Dini menunjukkan titik lokasi yang sama dengan posisi suaminya di Surabaya, sementara sang suami mengaku berada di Madiun. Temuan ini perlu diverifikasi melalui pemeriksaan data digital dan keterangan pihak terkait.
Dini dan putranya juga disebut pergi tanpa membawa perbekalan, pakaian ganti, maupun uang pribadi. Kondisi tersebut semakin menguatkan alasan keluarga meminta pencarian dilakukan secara serius dan menyeluruh.
CCTV dan Bukti Digital Perlu Segera Diamankan
Keluarga mendesak Polres Madiun Kota segera menelusuri seluruh petunjuk yang tersedia, mengamankan rekaman CCTV dari lokasi relevan sebelum terhapus, serta memeriksa jejak komunikasi dan data digital yang dapat membantu mengungkap keberadaan kedua korban. Seluruh petunjuk tersebut layak ditindaklanjuti secara profesional agar tidak ada informasi penting yang terlewat.

Kuasa hukum keluarga, Ikbal Sermaf, S.H., M.H., meminta kepolisian menelusuri seluruh petunjuk terkait hilangnya Dini dan Arshaka. Perbedaan keterangan, pesan teks mencurigakan, serta temuan pelacakan digital perlu diuji melalui penyelidikan profesional dan berbasis bukti.
Dalam perkara orang hilang, kecepatan dan ketelitian penanganan sangat penting. Keluarga membutuhkan kepastian mengenai keberadaan Dini dan anaknya, sementara masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan perkara berdasarkan informasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ciri-Ciri Ibu dan Anak yang Dicari:
1. Dini Hardiyanti (30 tahun)
– Tinggi badan: 148 cm
– Berat badan: 53 kg
– Kulit: putih
– Rambut: hitam, lurus agak ikal
– Alamat KTP: Kampung Cijulang, RT 004/RW 004, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
2. Arshaka Ghafa El Faezya (4 tahun)
– Tinggi badan: sekitar 100 cm
– Berat badan: sekitar 16 kg
– Kulit: putih
– Rambut: hitam pendek.
Masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaan Dini dan Arshaka diminta segera memberikan informasi melalui kontak berikut:
– Khanza (keluarga): 082237899989
– SPKT Polres Madiun Kota: 085167641563
– Kantor kepolisian terdekat.
Keselamatan Dini dan Arshaka menjadi prioritas. Kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti setiap petunjuk, menyampaikan perkembangan penanganan secara proporsional, serta memberikan kepastian hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang diperoleh.
(Nyoto, Hari Kaking, Tomy)




You must be logged in to post a comment Login