Berita Nasional
Ada Mafia Pupuk Subsidi, Petani Madiun Utara Ngluruk Di Kantor Dinas Pertanian
Madiun, Berita Patroli – Dengan berteriak lantang, sambil membentangkan poster yang bertuliskan ” Turunkan Kadis Pertanian dan Jangan Kurangi Jatah Pupuk Kami,” Puluhan petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Madiun Utara (MAUT) melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun. Jalan. Dr soetomo no. 25, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Kamis (8/12/2022).
Orator aksi, Harsanto memimpin aksi yang diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian dengan lantang meneriakan, “Jangan kurangi jatah pupuk kami,” teriaknya.
“Kami tidak mau membahas regulasi karena persoalan sebenarnya bukan pada peraturan-peraturan, melainkan keberadaan mafia” Tambah Harsanto.
“Kami tantang Kadis Pertanian bersama kami para petani untuk check lapangan agar langsung bisa kami tunjukkan pemain pupuk, kemudian Kadinas dan kami bisa melaporkan ke Aparat Penegak Hukum,” Ujarnya.
“Mengacu pada arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia harus kuat dengan Swamsembada pangan dengan meningkatkan disektor pertanian. Bagaimana bisa kuat kalau jatah pupuk dikurangi” imbuhnya.
Tak lama setelah berorasi, 2 perwakilan dari demonstran dipersilahkan untuk masuk dan berdialog dengan Kadinas Pertanian. Tapi dalam dialog tidak berlangsung lama, 2 perwakilan langsung keluar tanpa ada kesepakatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo, S.Si melalui Kabid PSP Dinas Pertanian, Parna menyampaikan, sangat berterima kasih atas kedatangan para petani ke kantornya.
“Kami merespon baik atas demo hari ini yang menyampaikan aspirasi para petani, kita akui bahwa para petani kita lagi resah, ini akibat gagal panen, serangan hama dan pengurangan jatah pupuk,” kata Parna.
Ia pun menjelaskan terkait pengurangan pupuk Dinas Pertanian hanya sebagai pelaksana sesuai dengan regulasi dan mekanisme dari Pusat yang kemudian turun ke Propinsi, dan dijabarkan ke tingkat Kabupaten.
“Dilihat kenyataan yang ada, di akhir bulan November kemaren untuk Kabupaten Madiun ada pengurangan jenis urea sekitar 1463 ton atau 5%, kemudian dari pengurangan itu secara otomatis kita breakdown ke masing- masing kecamatan secara proposional,” tambahnya.
Terakhir, kadinas Pertanian pun menuturkan, Untuk RDKK tahun ini, ada realokasi tahap 1 dan tahap 2, untuk 2 jenis pupuk sekitar 27.530 ton atau 93 % dari kebutuhan, kemudian untuk jenis NPK ada 17.706 ton.
“Kalau kita lihat pasokan pupuk untuk Kab. Madiun masih kurang, karena belum ada 100%, tetapi kekurangan itu tidak terlalu signifikan, ini artinya untuk jenis urea sudah tercukupi, karena sudah lebih dari 90%,” pungkasnya.(red)















You must be logged in to post a comment Login