JATIM
Polres Jombang Siagakan Personel dan Peralatan, Kapolres Tegaskan Kesiapan Hadapi Bencana Alam dan Karhutla

Sinergitas lintas instansi menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman bencana. Polres Jombang bersama Pemkab Jombang, TNI, BPBD, Perhutani, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait menggelar apel kesiapsiagaan serta pengecekan sarana prasarana guna memastikan seluruh unsur siap bergerak cepat apabila bencana terjadi.
BERITA PATROLI – JOMBANG
Mengantisipasi ancaman bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Jombang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dan sejumlah instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan personel serta sarana dan prasarana. Langkah tersebut ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam dan Gelar Sarana Prasarana Tahun 2026 di Lapangan Mapolres Jombang, Senin (2/11/2026).
Apel dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Dr. H. Yanto Mulyanto P., S.H., S.I.K., M.H., M.Si., didampingi Bupati Jombang H. Warsubi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0814 Jombang, Sat Radar 405, Administratur Perhutani KPH Jombang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Kepala BPBD, Kepala PDAM, Ketua Semar Kabupaten Jombang, para Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang, serta seluruh Kapolsek jajaran.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, terutama ketika memasuki musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Ancaman karhutla serta bencana lainnya juga menjadi perhatian yang membutuhkan kesiapan dan penanganan terpadu.
Dalam amanatnya, Kapolres Jombang menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Seluruh unsur yang terlibat harus memastikan kesiapan nyata, mulai dari personel, perlengkapan operasional, hingga koordinasi lintas instansi agar dapat bergerak cepat ketika situasi darurat terjadi.
“Apel tanggap bencana yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Jombang,” tegas AKBP Yanto Mulyanto.
Kapolres juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan melalui pemetaan wilayah rawan bencana dan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman. Langkah antisipasi tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan tepat sasaran.
Menurutnya, setiap personel yang bertugas harus mengutamakan keselamatan masyarakat. Proses evakuasi wajib dilaksanakan secara cepat, terencana, dan humanis, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas.
“Utamakan keselamatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas. Laksanakan langkah evakuasi secara cepat, terencana, dan humanis, khususnya terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas,” pesannya.
Selain kesiapan personel dan peralatan, Kapolres mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan pemerintah desa, perangkat kecamatan, tokoh masyarakat, serta relawan. Penyampaian informasi yang cepat dan akurat menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh bencana.
Ia meminta seluruh unsur tidak bekerja secara terpisah, melainkan mengedepankan sinergi dan kebersamaan dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, respons darurat, hingga upaya perlindungan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk tidak bekerja sendiri-sendiri. Jadikan sinergitas dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap potensi bencana. Kita harus selalu siap, karena bencana tidak dapat diprediksi secara pasti kapan dan di mana akan terjadi,” ungkapnya.
Kecepatan respons, ketepatan tindakan, dan koordinasi yang solid menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi darurat. Karena itu, pengecekan sarana dan prasarana dalam apel tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap unsur memahami kesiapan dan perannya masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Polres Jombang bersama Pemkab Jombang dan seluruh instansi terkait menegaskan komitmen untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Jombang.
Kapolres berharap kesiapan yang dibangun melalui kerja sama lintas instansi dapat meningkatkan kemampuan seluruh unsur dalam memberikan perlindungan, pertolongan, dan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi bencana.
Dengan kesiapsiagaan yang terencana, deteksi dini yang optimal, serta koordinasi yang kuat, diharapkan Kabupaten Jombang semakin tangguh menghadapi ancaman bencana alam dan karhutla, sekaligus mampu meminimalkan risiko terhadap keselamatan warga maupun kerusakan fasilitas umum.
(safrudin)




You must be logged in to post a comment Login