Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Ratusan Santri dan Pelajar Tumbang Usai Santap MBG, Labfor Polri Turun Tangan Ungkap Penyebab

88 korban masih menjalani perawatan. Labfor Polri melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan dalam upaya mengungkap penyebab dugaan keracunan massal.

88 korban masih menjalani perawatan. Labfor Polri melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan dalam upaya mengungkap penyebab dugaan keracunan massal.

BERITA PATROLI – SIDOARJO

Keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo memasuki tahap pemeriksaan serius. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri turun tangan untuk menguji sampel makanan yang diduga menjadi pemicu ratusan santri dan pelajar mengalami gangguan kesehatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026) di wilayah Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Sedikitnya 566 santri dan pelajar dari 19 lembaga pendidikan dilaporkan terdampak. Dari jumlah tersebut, 88 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan keterlibatan Tim Labfor Polri dalam pemeriksaan kasus tersebut.

“Benar, berdasarkan informasi, telah ada Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo pada 1 September 2026,” ujar Jules saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengungkap penyebab kejadian secara ilmiah. Sampel makanan yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemeriksaan.

“Pemeriksaan Labfor tersebut merupakan bagian dari proses untuk mengetahui secara ilmiah penyebab kejadian tersebut,” katanya.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil resmi pemeriksaan Labfor. Penanganan lebih lanjut dilakukan oleh Polresta Sidoarjo.

“Terkait hasilnya, tentu kita menunggu proses pemeriksaan Labfor dan perkembangan penanganan lebih lanjut dari Polresta Sidoarjo,” ungkap Jules.

Besarnya jumlah korban membuat dugaan keracunan MBG tersebut menjadi perhatian serius. Pemeriksaan Labfor diharapkan dapat menjawab pertanyaan penting: apa sebenarnya penyebab makanan tersebut diduga menyebabkan ratusan santri dan pelajar jatuh sakit?

Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kontaminasi atau pelanggaran dalam proses pengolahan, penyimpanan maupun distribusi makanan, maka aspek pertanggungjawaban hukum tentunya menjadi bagian yang harus ditelusuri aparat penegak hukum.

Kini publik menunggu hasil uji Labfor. Sebab, menyangkut program makanan yang dikonsumsi anak-anak dan pelajar, keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dan setiap dugaan kelalaian wajib diusut secara transparan serta berdasarkan bukti ilmiah.

(Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top