Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Lempari Aparat dengan Batu dan Botol, 69 Orang Diciduk Saat Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan

Ricuh saat eksekusi Hotel Sultan, Polisi mengamankan 69 orang yang menghalangi proses penertiban aset negara. Massa sempat bentrok dengan aparat dan melakukan pelemparan batu serta botol di lokasi.

Ricuh saat eksekusi Hotel Sultan, Polisi mengamankan 69 orang yang menghalangi proses penertiban aset negara. Massa sempat bentrok dengan aparat dan melakukan pelemparan batu serta botol di lokasi.

BERITA PATROLI – JAKARTA

Upaya penertiban lahan Hotel Sultan yang diklaim sebagai aset negara di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Kamis (18/6), berujung ricuh. Polisi mengamankan sedikitnya 69 orang yang diduga menghalangi jalannya eksekusi.

Kericuhan pecah ketika sejumlah massa melakukan perlawanan dengan melempari aparat menggunakan batu dan botol. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat melakukan pengamanan dan penangkapan terhadap puluhan orang di lokasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan hingga saat ini jumlah orang yang diamankan masih berpotensi bertambah.

“Kami mengamankan 69 orang dan mungkin masih bertambah,” kata Budi, Kamis (18/6).

Menurutnya, mereka yang diamankan diduga terlibat dalam aksi penghalangan terhadap proses eksekusi yang dilakukan petugas.

Eksekusi dilakukan sebagai bagian dari penertiban lahan Hotel Sultan yang berada di kawasan GBK. Pemerintah menyatakan lahan tersebut merupakan aset negara yang dibebaskan sejak sekitar tahun 1959 untuk kepentingan penyelenggaraan Asian Games IV.

Persoalan lahan Hotel Sultan sendiri telah menjadi sengketa berkepanjangan. Selama puluhan tahun, lahan tersebut dikelola oleh PT Indobuildco. Pemerintah menilai terdapat berbagai kejanggalan terkait penguasaan dan pemanfaatan aset negara tersebut, sehingga langkah eksekusi dan pengamanan dilakukan untuk mengembalikan penguasaan lahan kepada negara.

Bentrok yang terjadi dalam proses penertiban itu kembali menunjukkan bahwa sengketa aset bernilai triliunan rupiah tersebut belum sepenuhnya berakhir. Di satu sisi negara menegaskan hak penguasaannya atas lahan strategis di jantung ibu kota, sementara di sisi lain penolakan di lapangan berubah menjadi aksi yang berujung penangkapan puluhan orang.

Aparat masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka yang diamankan untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Sementara proses penertiban aset negara di kawasan Hotel Sultan tetap berjalan di bawah pengamanan ketat aparat gabungan.

(Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top