Hukum dan Kriminal
Korupsi Proyek Wisata Desa Rp 231 Juta, Oknum Kades di Mojokerto Dibui

Tersangka saat di Kejari Mojokerto
Mojokerto – Berita Patroli – Kepala Desa Kedungudi, Trawas, Mojokerto periode 2013-2019 Susilo Hadi Wijoyo dibui di kasus korupsi proyek wisata desa. Perbuatan tersangka menyebabkan kerugian negara Rp 231.294.744.
Kasus korupsi proyek pujasera di Desa Kedungudi ditangani Satreskrim Polres Mojokerto. Hari ini, penyidik melakukan tahap 2 atau melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Kabupaten Mojokerto.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Susilo dikeler ke mobil tahanan sekitar pukul 15.00 WIB. Kades Kedungudi periode 2013-2019 ini memakai rompi tahanan dan kedua tangannya diborgol.
“Tersangka kami tahan di Lapas Mojokerto selama 20 hari ke depan. Setelah dakwaan kami susun, perkara ini kami limpahkan ke pengadilan,” kata Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Mojokerto Lilik Dwi Prasetio kepada wartawan di kantornya, Jalan RA Basuni, Sooko, Rabu (26/7/2023).
Korupsi proyek wisata desa ini terjadi tahun 2019. Proyek yang menggunakan APBDes Kedungudi tersebut meliputi pembangunan pujasera, gazebo dan fasilitas MCK.
Modusnya, Susilo mengerjakan sendiri proyek Wisata Desa Kedungudi. Seharusnya proyek itu diserahkan kepada tim pengelola kegiatan (TPK) di desa tersebut.
Tidak hanya itu, proyek tersebut hanya ia kerjakan 60 persen sehingga tidak tuntas. Sedangkan anggaran untuk proyek Wisata Desa Kedungudi sudah diserap tersangka sepenuhnya.
“Modusnya semua kegiatan dipegang kades dan yang mengerjakan kades. Itu sudah menyalahi aturan,” jelas Lilik.
Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Mojokerto, lanjut Lilik, perbuatan Susilo menyebabkan kerugian negara Rp 231.294.744. Terdiri dari kerugian akibat proyek tak tuntas Rp 121.396.500 dan pajak terutang tahun 2014-2019 Rp 109.900.744.
“Tersangka kami kenakan pasal 2 dan 3 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandasnya. (Red)
