Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Brigjen Pol I Made Agus Prasatya Jabat Dirregident Korlantas Polri, Bawa Rekam Jejak Inovasi dan Pelayanan Publik

Modernisasi penegakan hukum lalu lintas melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam perjalanan karier Brigjen Pol I Made Agus Prasatya. Sistem berbasis elektronik diharapkan memperkuat transparansi dan akuntabilitas penindakan pelanggaran lalu lintas.

Modernisasi penegakan hukum lalu lintas melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam perjalanan karier Brigjen Pol I Made Agus Prasatya. Sistem berbasis elektronik diharapkan memperkuat transparansi dan akuntabilitas penindakan pelanggaran lalu lintas.

BERITA PATROLI – JAKARTA

Brigjen Pol I Made Agus Prasatya mendapat amanah baru sebagai Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri pada Oktober 2026. Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 ini memiliki rekam jejak panjang di bidang lalu lintas, dengan perhatian pada modernisasi sistem, transparansi penegakan hukum, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengemban tugas di bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor serta pengemudi. Tantangannya tidak ringan, terutama dalam memastikan pelayanan administrasi lalu lintas semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel.

Salah satu bidang yang pernah mendapat perhatian dalam perjalanan kariernya adalah optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya mendorong penindakan pelanggaran yang lebih transparan dan mengurangi ketergantungan pada interaksi langsung antara petugas dan pelanggar.

Selain itu, Made Agus turut berkontribusi dalam pembenahan tata kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bersumber dari denda tilang. Pengelolaan yang tertib dan transparan menjadi elemen penting untuk menjaga akuntabilitas penegakan hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Di balik pendekatan berbasis teknologi tersebut, Made Agus juga pernah menunjukkan sisi kepemimpinan yang dekat dengan anggota. Saat menjabat Dirlantas Polda Sulawesi Selatan, ia menjadi perhatian publik ketika duduk lesehan di atas aspal dan sarapan nasi pecel bersama sekitar 150 personel yang bertugas dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum ke-10 di Bali.

Momen itu menggambarkan kebersamaan pimpinan dengan personel di lapangan, di tengah pelaksanaan tugas pengamanan berskala internasional.

Lahir dari perjalanan pendidikan dan penugasan yang panjang, Made Agus mengawali karier sebagai Perwira Pertama (Pama) Polres Bantul, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 1999. Setahun kemudian, ia bertugas sebagai Kanit II Satlantas Polres Kota Yogyakarta.

Kariernya berlanjut melalui sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjabat Kapolres Trenggalek pada 2015, Kapolres Madiun pada 2016, Wadirlantas Polda Metro Jaya pada 2018, serta Dirlantas Polda DIY pada 2019.

Pada 2022, ia dipercaya menjabat Kabagtik Korlantas Polri, kemudian menjadi Dirlantas Polda Sulawesi Selatan pada 2023. Ia selanjutnya mengemban tugas sebagai Kabagrenmin Korlantas Polri pada periode 2024–2026. Pada Juni 2026, Made Agus dipercaya menjabat Dirgakkum Korlantas Polri sebelum mendapat amanah sebagai Dirregident pada Oktober 2026.

Dari sisi pendidikan, ia menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) pada 2013, meraih gelar Magister Humaniora dari Universitas Gadjah Mada pada 2007, serta menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Brawijaya pada 2023.

Tantangan Baru di Bidang Regident

Kini, sebagai Dirregident Korlantas Polri, Made Agus mengemban tanggung jawab dalam penyelenggaraan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor serta pengemudi. Bidang ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari administrasi kendaraan hingga pelayanan terkait Surat Izin Mengemudi (SIM).

Modernisasi layanan, kepastian prosedur, keterbukaan informasi, dan pengawasan tata kelola menjadi aspek penting yang perlu terus diperkuat. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mampu memangkas proses yang tidak efisien serta memberikan kepastian layanan kepada masyarakat.

Rekam jejak Made Agus di bidang lalu lintas menjadi modal dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Namun, keberhasilan kepemimpinan pada jabatan baru pada akhirnya akan tercermin dari pelaksanaan program, kualitas pengawasan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Publik tentu berharap amanah baru ini tidak sekadar menjadi pergantian jabatan, melainkan juga momentum untuk memperkuat pelayanan registrasi dan identifikasi yang profesional, transparan, serta bebas dari praktik penyimpangan.

Sebab, kualitas pelayanan kepolisian tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi maupun capaian organisasi, tetapi juga dari kemudahan akses, kepastian prosedur, dan kepercayaan masyarakat yang berhasil dibangun.

(Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top