Hukum dan Kriminal
Oknum TNI AL Aniaya Remaja di Situbondo, Korban Dicambuk Selang karena Asmara, Kasus kini Ditangani Pomal Banyuwangi

Video viral memperlihatkan seorang pria oknum TNI AL menghajar remaja di Situbondo karena dituding mengganggu pacarnya. Korban dipukul, ditendang hingga dicambuk menggunakan selang di dalam rumah sendiri.
Publik geram atas arogansi pelaku yang disebut sempat mengintimidasi korban dengan mengaku sebagai anggota TNI.
BERITA PATROLI – SITUBONDO
Aksi brutal oknum anggota TNI kembali terjadi, remaja berinisial DN (19), warga Kelurahan Dawuhan, Situbondo, dianiaya hanya karena persoalan asmara dan cemburu buta, korban disebut ditendang serta dicambuk berkali-kali menggunakan selang di dalam rumahnya sendiri.
Peristiwa itu sontak menjadi perhatian publik setelah video berdurasi 39 detik viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria berambut cepak meluapkan emosi secara membabi buta sambil mengintimidasi korban dengan membawa nama institusi militer.
“Kamu yang mengganggu pacar saya. Sekarang kamu berhadapan dengan saya. Saya anggota TNI, bukan satpam,” ujar korban DN menirukan ucapan pelaku.
Diduga gelap mata karena urusan wanita, pelaku mendatangi rumah korban lalu melakukan penganiayaan secara brutal di hadapan penghuni rumah. Aksi itu memicu kemarahan keluarga korban yang langsung melapor ke Polres Situbondo.
Penyelidikan gabungan bersama Subdenpom Situbondo akhirnya mengungkap identitas pria dalam video viral tersebut. Pelaku diketahui merupakan prajurit aktif TNI AL berinisial Prada MR (21), yang berdinas di Surabaya sebagai pelaut.
“Betul. Inisialnya MR (21), pangkat Prada, tugas di Surabaya sebagai pelaut,” kata Paur Gakkum Subdenpom Situbondo, Peltu Erwan S, Minggu (31/5/2026).
Kasus ini pun langsung menyeret institusi militer setelah polisi memastikan pelaku adalah anggota TNI aktif.
“Kalau benar anggota TNI, penanganan kasusnya akan langsung kami limpahkan ke Subdenpom Situbondo,” tegas Kanit Pidum Satreskrim Polres Situbondo, Ipda Jujuk.
Meski sempat ditawarkan jalur damai, keluarga korban memilih menolak mediasi dan meminta kasus tetap diproses hukum hingga tuntas. Mereka menilai tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku sudah kelewat batas dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami telah meminta agar dilakukan mediasi dulu. Tapi dia maunya ke Pomal,” terang Peltu Erwan.
Karena pelaku merupakan anggota matra laut, kasus penganiayaan bermotif asmara ini kini resmi ditangani Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Banyuwangi.
“Saya sudah melaporkan ke Denpom Situbondo. Ternyata bukan kewenangannya. Saya harus melanjutkan ke Pomal Banyuwangi. Karena kewenangannya di sana,” ungkap Hafid, orang tua korban.
Video penganiayaan tersebut kini terus beredar luas dan menuai kecaman masyarakat. Publik mendesak agar oknum TNI AL yang diduga bertindak arogan dan menggunakan nama institusi untuk mengintimidasi warga segera diproses tegas sesuai hukum militer yang berlaku.
(Tomy, Dodon, Ayon)















You must be logged in to post a comment Login