Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Gelapkan Uang Jemaah hingga Rp60 Miliar, Bos Hanania Travel Digelandang ke Polda Metro Jaya

Digiring ke Polda Metro Jaya oleh para jemaahnya sendiri, bos Hanania Travel kini diperiksa terkait dugaan penipuan perjalanan umrah. Ratusan korban mengaku gagal berangkat meski sudah membayar lunas.

Digiring ke Polda Metro Jaya oleh para jemaahnya sendiri, bos Hanania Travel kini diperiksa terkait dugaan penipuan perjalanan umrah. Ratusan korban mengaku gagal berangkat meski sudah membayar lunas.

BERITA PATROLI – JAKARTA

Dugaan penipuan perjalanan umrah kembali mencoreng bisnis travel religi. Kali ini, Direktur Utama Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), harus berhadapan dengan penyidik Polda Metro Jaya setelah dilaporkan ratusan calon jemaah yang mengaku gagal diberangkatkan meski telah melunasi biaya perjalanan.

ASF bahkan digiring langsung oleh para korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Kamis (28/5) malam untuk mempertanggungjawabkan dugaan penipuan yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya pemeriksaan terhadap bos travel tersebut.

“Masih dalam pemeriksaan,” ujar Kombes Budi, Jumat (29/5).

Kasus ini memantik kemarahan para calon jemaah yang merasa dipermainkan. Sebab, sebagian besar korban mengaku telah melakukan pelunasan biaya umrah, namun keberangkatan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Salah satu pelapor berinisial NN mengaku sudah menyetor uang untuk keberangkatan ibadah umrah. Namun hingga jadwal keberangkatan tiba, dirinya justru gagal berangkat tanpa kejelasan pasti.

“Pelapor merasa telah membayar sejumlah uang untuk keberangkatan umrah. Namun pada tanggal yang dijanjikan, pelapor tidak dapat berangkat,” terang Kombes Budi.

Tak tanggung-tanggung, jumlah korban diduga mencapai ratusan orang. Sedikitnya 127 orang datang langsung ke Polda Metro Jaya, namun mereka disebut mewakili lebih dari 300 calon jemaah yang diduga menjadi korban.

Perwakilan korban, Joko, mengungkapkan bahwa para jemaah mulai curiga lantaran proses pemberangkatan terus berbelit dan penuh ketidakjelasan, meski uang pelunasan telah diterima pihak travel.

“Kita jemaah merasa ada yang janggal. Harusnya sudah berangkat, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian,” tegas Joko.

Sebelum membuat laporan polisi, para korban sempat melakukan mediasi di kantor Hanania Travel di kawasan Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Namun pertemuan itu tidak membuahkan solusi sehingga para korban memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

“Tadi sempat mediasi, tapi akhirnya sepakat membawa dia ke Polda Metro Jaya untuk mencari solusi dan membuat laporan polisi,” ujarnya.

Joko mengaku dirinya pribadi mengalami kerugian sekitar Rp60 juta. Sementara total dana yang diduga harus dikembalikan kepada seluruh jemaah disebut mencapai angka fantastis.

“Dia sendiri tadi menyampaikan kurang lebih Rp60 miliar yang harus direfund,” katanya.

Kini penyidik Polda Metro Jaya tengah mendalami laporan tersebut, termasuk menelusuri aliran dana para jemaah dan kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati memilih travel umrah. Jangan sampai niat suci beribadah justru berubah menjadi mimpi buruk akibat dugaan permainan oknum tak bertanggung jawab.

(Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top