Berita Nasional
26 Nama dalam Pusaran Korupsi MBG, Sony Sanjaya Siap Bernyanyi, Bantahan Bermunculan Sebelum Fakta Terungkap

Semakin banyak yang membantah, semakin besar pula pertanyaan publik: siapa sebenarnya 26 nama yang disebut berada dalam pusaran dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis?
Sony Sanjaya mengaku siap menjadi Justice Collaborator dan membuka fakta-fakta yang diketahuinya kepada penyidik. Jika benar ada keterlibatan banyak pihak, maka kasus ini tidak boleh berhenti di level pelaksana. Penegakan hukum harus menyentuh siapa pun yang terlibat tanpa pandang jabatan, partai, maupun kedekatan dengan kekuasaan.
BERITA PATROLI – JAKARTA
Dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian memanas. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, yang kini berstatus tersangka, mengancam akan membongkar pihak-pihak yang diduga ikut bermain dalam proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.
Langkah Sony mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) langsung memicu kegelisahan di berbagai kalangan. Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, terungkap bahwa sedikitnya 26 nama telah disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Nama-nama itu disebut berasal dari unsur eksekutif, legislatif hingga yudikatif. Bahkan, menurut Krisna, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring berkembangnya penyidikan.
“Pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. Yang paling banyak legislatif. Total 26 nama, dan kemungkinan bertambah,” ungkap Krisna.
Pernyataan itu sontak mengundang gelombang bantahan. Sejumlah tokoh dan pejabat yang namanya beredar di media sosial langsung memberikan klarifikasi dan menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan Sony maupun proyek MBG.
Partai Demokrat menjadi salah satu yang paling awal merespons. Melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis, Herzaky Mahendra Putra, Demokrat menegaskan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, tidak mengenal Sony Sanjaya dan tidak pernah memiliki hubungan terkait program MBG maupun proyek SPPG.
Di parlemen, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, juga membantah keras kabar yang menyeret nama anggota Komisi IX dalam pusaran kasus tersebut.
“Tidak benar, semua anggota Komisi IX tidak terlibat korupsi di BGN. Itu hoaks,” tegasnya.
Nama anggota Komisi IX lainnya, Irma Chaniago, juga sebelumnya telah membantah isu serupa.
Tak hanya politisi, isu yang beredar bahkan menyeret nama Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Fitroh dengan tegas menyatakan tidak mengenal Sony dan tidak pernah terlibat dalam urusan dapur MBG.
“Saya tidak kenal secara personal dengan Sony dan tidak pernah komunikasi untuk meminta titik dapur, apalagi membeli titik karena saya tidak bisnis dapur,” ujarnya.
Bantahan serupa datang dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. Ia mengakui pernah berkoordinasi dengan BGN, namun hanya dalam rangka menjalankan tugas pemerintahan sebagaimana diatur dalam Keppres Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG.
“Tidak ada kepentingan pribadi, apalagi sampai memiliki dapur. Saya hanya menjalankan tugas dan berkoordinasi dalam forum resmi,” kata Bima.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman, juga membantah kabar yang menyebut dirinya memiliki titik dapur MBG melalui eks Kepala BGN, Dadan Hindayana.
Dudung mengakui pernah membantu mempertemukan pihak pesantren dengan Dadan agar dapat mengikuti program MBG. Namun, ia menegaskan tidak pernah ikut mengatur maupun menikmati proyek tersebut.
Munculnya klaim tentang 26 nama yang disebut dalam BAP membuat publik kini menyoroti keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Pasalnya, jika pengakuan Sony benar, maka skandal MBG tidak hanya menyeret satu atau dua orang, melainkan berpotensi membuka dugaan praktik korupsi yang melibatkan banyak pihak dari berbagai lembaga.
Kini sorotan tertuju pada penyidik. Publik menunggu apakah pengajuan Justice Collaborator Sony Sanjaya akan menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar, atau justru berhenti pada saling bantah di ruang publik.
Satu hal yang pasti, semakin banyak bantahan bermunculan, semakin besar pula rasa penasaran masyarakat terhadap siapa sebenarnya 26 nama yang disebut-sebut berada dalam pusaran skandal Program Makan Bergizi Gratis tersebut.
(Tomy)















You must be logged in to post a comment Login