Hukum dan Kriminal
Empat Pekerja Tewas di TB Simatupang, Polisi Temukan Pelanggaran K3 di Balik Tragedi

Proyek berjalan, nyawa melayang. Polisi menemukan fakta bahwa korban tidak dilengkapi APD saat bekerja di ruang berisiko tinggi. Dugaan kelalaian kini jadi fokus utama.
BERITA PATROLI - JAKARTA
Tragedi maut di proyek pembangunan Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, membuka fakta mencengangkan. Empat pekerja tewas dalam kondisi mengenaskan, tanpa alat pelindung diri (APD).
Temuan ini diungkap aparat dari Polres Metro Jakarta Selatan setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kelalaian diduga menjadi pintu masuk tragedi yang merenggut empat nyawa sekaligus.
“Pada saat kejadian, para pekerja tidak menggunakan APD,” tegas Kanit Krimsus AKP Indra Darmawan, Rabu (8/4).
Pernyataan itu bukan sekadar detail teknis, melainkan sinyal kuat adanya pelanggaran serius terhadap standar keselamatan kerja.
Insiden bermula saat dua pekerja diperintahkan menguras bak penampungan air di basement gedung. Tanpa perlindungan memadai, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang sedalam tiga meter. Bukannya diselamatkan dengan prosedur aman, rekan-rekannya justru nekat menolong tanpa alat keselamatan.
Akibatnya fatal. Satu per satu pekerja ikut terperosok ke dalam tangki. Total empat orang terjebak di ruang sempit yang diduga mengandung gas beracun. Tiga pekerja lain yang berada di sekitar lokasi ikut terdampak, mengalami sesak napas akibat paparan udara berbahaya.
Seluruh korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun empat di antaranya: YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19) dinyatakan meninggal dunia setibanya di instalasi gawat darurat.
Polisi kini tak hanya menyelidiki penyebab kematian, tetapi juga memburu kemungkinan adanya kelalaian fatal dari pihak proyek. Dua saksi, yakni mandor dan pengawas, telah diperiksa. Pemilik gedung dijadwalkan segera dimintai keterangan.
Di sisi lain, tim laboratorium forensik turun tangan. Sampel gas dan air dari dalam tangki telah diambil untuk mengungkap apa sebenarnya yang membunuh para pekerja, apakah gas beracun, kekurangan oksigen, atau kombinasi keduanya.
“Uji sampel dilakukan untuk memastikan jenis dan sumber gas penyebab kematian,” ujar Indra.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia konstruksi. Di tengah proyek bernilai besar, nyawa pekerja justru dipertaruhkan tanpa perlindungan dasar.
(Tomy)















You must be logged in to post a comment Login