Berita Nasional
Simulasi “Yudha Kelana”, Yonpom 1 Marinir Amankan Prajurit Desertir Bersenjata

Yonpom 1 Marinir gelar simulasi pengejaran seorang prajurit TNI desertir.
Berita Patroli – Bogor
Satu regu prajurit Batalyon Polisi Militer (Yonpom) 1 Marinir diterjunkan ke wilayah hutan Cariu, Bogor, Kamis (10/7), untuk menjalankan operasi pengejaran dan penangkapan terhadap seorang prajurit TNI yang diduga melarikan diri dari tugas tempur. Namun, ini bukan peristiwa nyata, melainkan bagian dari latihan taktis “Yudha Kelana”.
Latihan ini merupakan salah satu materi dalam Latihan Satuan Dasar (LSD) II tahun 2025, yang dirancang untuk melatih personel Yonpom 1 Marinir menghadapi kasus pelanggaran berat berupa tindakan desersi, atau pelarian dari dinas militer.
“Yudha Kelana ini bertujuan agar Yonpom 1 Marinir memahami proses penyelidikan hingga penyidikan terhadap tindak pidana desertir,” ujar Komandan Yonpom 1 Marinir, Letkol (Mar) Pahala Mahatahara Suari.
Dalam simulasi, diceritakan seorang prajurit TNI kabur dari induk pasukan karena tekanan mental yang dialaminya saat pertempuran. Informasi pelarian itu diterima langsung oleh komando atas, yang kemudian diteruskan kepada Yonpom 1 Marinir.
Tak butuh waktu lama, satu regu pleton dikerahkan untuk melakukan pencarian. Berbekal petunjuk dari masyarakat, regu Marinir akhirnya menemukan lokasi persembunyian desertir yang berada di perkampungan terpencil di tengah hutan.
“Prajurit yang melarikan diri berhasil diamankan bersama barang bukti satu pucuk senjata laras panjang SS2 dan 30 butir amunisi,” jelas Letkol Pahala.

Penangkapan ini menjadi akhir dari rangkaian latihan yang menitikberatkan pada kemampuan investigasi, koordinasi taktis, hingga eksekusi penyergapan di medan sulit. Tak hanya soal kemampuan tempur, latihan ini juga menyentuh aspek psikologis dan prosedural dalam menangani pelanggaran berat di lingkungan militer.
Letkol Pahala menekankan pentingnya latihan semacam ini untuk membentuk kesiapan mental dan operasional prajurit Polisi Militer dalam menghadapi situasi yang mungkin terjadi di daerah operasi sesungguhnya.
“Melalui Yudha Kelana, kami ingin personel benar-benar memahami alur penanganan kasus desertir dari investigasi awal hingga tindakan penangkapan di lapangan,” pungkasnya.
(Red)















You must be logged in to post a comment Login