Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Kemenhan Bekali Wartawan PWI Latihan Menembak, Didorong Lebih Siap Hadapi Liputan Berisiko

Di balik pena dan kamera, ada tanggung jawab besar yang tidak bisa ditawar. Kementerian Pertahanan RI membekali wartawan PWI dengan latihan menembak di markas Kopassus, sebagai penegasan bahwa liputan di wilayah rawan menuntut disiplin tinggi, kesadaran risiko, dan kepatuhan mutlak terhadap prosedur keselamatan. Wartawan tidak cukup hanya tajam menulis dan cepat menyajikan berita, tetapi juga harus paham batas, membaca situasi, dan bertindak profesional di lapangan. Keselamatan bukan formalitas—ini adalah harga mati dalam kerja jurnalistik yang bertanggung jawab.

Di balik pena dan kamera, ada tanggung jawab besar yang tidak bisa ditawar. Kementerian Pertahanan RI membekali wartawan PWI dengan latihan menembak di markas Kopassus, sebagai penegasan bahwa liputan di wilayah rawan menuntut disiplin tinggi, kesadaran risiko, dan kepatuhan mutlak terhadap prosedur keselamatan. Wartawan tidak cukup hanya tajam menulis dan cepat menyajikan berita, tetapi juga harus paham batas, membaca situasi, dan bertindak profesional di lapangan. Keselamatan bukan formalitas, ini adalah kewajiban dalam kerja jurnalistik yang bertanggung jawab.

BERITA PATROLI – BOGOR

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara tegas membekali peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan latihan menembak di Lapangan Tembak Pistol Bayu Aji dan Mirwariyadin, Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Bogor, Minggu (1/2). Pembekalan ini menegaskan bahwa profesi wartawan, khususnya yang kerap meliput isu pertahanan, keamanan, dan konflik, menuntut pemahaman serius terhadap standar keselamatan dan penggunaan senjata.

Latihan menembak tersebut bukan sekadar aktivitas simbolik, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran profesional wartawan terhadap risiko lapangan. Sebelum praktik, peserta diwajibkan mengikuti pengarahan ketat terkait pengenalan senjata api, teknik dasar menembak, serta prosedur keamanan. Seluruh tahapan diawasi langsung oleh instruktur TNI guna memastikan disiplin dan keselamatan mutlak.

Bukan seremonial, bukan pencitraan. Di markas Kopassus, wartawan PWI dibekali latihan menembak oleh Kementerian Pertahanan RI. Pesan negara jelas: profesi wartawan menuntut disiplin, kesadaran risiko, dan tanggung jawab penuh saat berada di medan liputan berisiko.

Bukan seremonial, bukan pencitraan. Di markas Kopassus, wartawan PWI dibekali latihan menembak oleh Kementerian Pertahanan RI. Pesan negara jelas, profesi wartawan menuntut disiplin, kesadaran risiko, dan tanggung jawab penuh saat berada di medan liputan berisiko.

Dengan sikap serius dan antusiasme tinggi, peserta menjalani latihan menggunakan pistol G2 Combat produksi PT Pindad. Setiap peserta harus mematuhi standar militer yang berlaku, menegaskan bahwa aspek keselamatan tidak bisa ditawar dalam aktivitas apa pun yang bersinggungan dengan persenjataan.

Pembekalan ini menegaskan komitmen Kementerian Pertahanan dalam mendorong wartawan agar tidak hanya tajam dalam menulis, tetapi juga matang secara pemahaman lapangan.

Diharapkan, wartawan mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, bertanggung jawab, dan berkesadaran risiko, khususnya saat melakukan peliputan di kawasan latihan militer maupun wilayah rawan konflik.

(Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top