Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Kelakuan Seperti “Gangster”, Oknum Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri Gebrak Meja Dengan CELURIT Untuk PERSEKUSI Wartawan

Tim Hukum Berita Patroli Laporkan Kepala SMKN 1 Kota Kediri Atas Dugaan Persekusi dan Pengancaman

Tim Hukum Berita Patroli Laporkan Kepala SMKN 1 Kota Kediri Atas Dugaan Persekusi dan Pengancaman

Berita Patroli – Salatiga

Dunia Pendidikan kembali tercoreng oleh tindakan intimidatif yang mengancam kebebasan pers dan martabat kemanusiaan. Tempat yang seharusnya menjadi pendidikan dan akhlak, justru berubah menjadi ruang teror bagi seorang  jurnalis Berita Patroli, Nyoto Dharmawan, yang mengalami persekusi dan ancaman saat menjalankan tugas jurnalistiknya di SMKN 1 Kota Kediri.

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis petang (5/6) di halaman Polres Kediri Kota, kuasa hukum Nyoto, Didi Sungkono, S.H., M.H., menyampaikan laporan resmi terkait dugaan penghinaan, persekusi, dan ancaman dengan senjata tajam oleh oknum kepala sekolah.

“Bayangkan, seorang jurnalis yang datang dengan niat baik, justru diperlakukan seperti musuh. Ia dikepung, dihina, bahkan diancam dengan celurit. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, ini penghinaan terhadap akal sehat dan kemanusiaan,” ucapnya

Menurut laporan, Nyoto dikepung oleh puluhan siswa. Di dalam ruang tertutup itu, kata-kata kasar dan intimidasi verbal dilontarkan, sementara seorang yang diduga kepala sekolah memegang celurit, menggebrak meja, dan mengintimidasi. Yang lebih memilukan, sejumlah siswa bahkan menyuarakan ancaman kekerasan seksual terhadap anak jurnalis tersebut.

“Ada anak berseragam sekolah yang berkata: ‘Ayo kita cari, kita perkosa saja anaknya’. Ini ucapan dari anak-anak yang seharusnya dididik. Jika mereka bisa berkata seperti itu, kita harus bertanya: nilai apa yang ditanamkan oleh pendidik mereka?” ungkap Didi Sungkono, S.H., M.H.

Pernyataan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Adi Prayitno, yang menyebut kejadian ini sebagai “kesalahpahaman”, menuai kecaman dari tim hukum.

“Kesalahpahaman tidak akan membuat seseorang mengangkat celurit tanpa sarung dan menggebrak meja di hadapan jurnalis. Ini adalah aksi kekerasan, bentuk nyata dari intimidasi dan pelecehan terhadap profesi wartawan,” tegas Didi Sungkono, S.H., M.H.

“Ini bukan hanya soal Nyoto. Ini soal harga diri jurnalis. Soal keberanian mengungkap fakta. Kalau ini dibiarkan, maka satu per satu suara kebenaran akan dibungkam oleh ketakutan. Kalau memang jurnalis kami dianggap salah, buktikan secara hukum. Jangan main hakim sendiri. Negara ini bukan milik preman. Ini negara hukum, bukan rimba,” katanya lantang.

Ia menambahkan bahwa laporan resmi telah diajukan ke pihak kepolisian dengan dasar Undang-Undang ITE (UU No. 1 Tahun 2024) dan Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 mengenai senjata tajam. Tak lupa, ia mengingatkan bahwa perlindungan terhadap jurnalis dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Didi menutup pernyataannya dengan sebuah harapan agar kasus ini menjadi pelajaran pahit, agar tak terulang lagi jurnalis dipermalukan di ruang publik, apalagi oleh seorang yang memegang tanggung jawab moral sebagai pendidik.

“Kami akan kawal sampai ke pengadilan. Supaya tidak ada lagi kepala sekolah yang bersikap arogan, dan supaya siswa-siswi tidak tumbuh dalam atmosfer kekerasan. Sekolah bukan tempat intimidasi. Sekolah adalah tempat menanam akhlak, bukan amarah,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Kediri Kota atas respons cepat dan profesional, serta dukungan rekan wartawan dari berbagai kota.

“Kami merasakan kehadiran Polri yang Profesional benar-benar hadir untuk rakyat. Terima kasih atas pendampingan dan perlindungannya terhadap jurnalis kami, serta terimakasih atas dukungan rekan-rekan wartawan dari berbagai kota kepada jurnalis Berita Patroli.” tutup Didi Sungkono, S.H., M.H.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMKN 1 Kota Kediri. Namun gelombang dukungan terhadap Nyoto dan kecaman terhadap tindakan kekerasan ini terus berdatangan dari berbagai organisasi jurnalis, pegiat HAM, hingga masyarakat sipil. (Tomy W.S, Aditya) 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top