Berita Nasional
Pengusutan Kasus Kematian Seorang Janda di Hotel Petani Hill Timbulkan Pertanyaan, PR bagi Anggota Polsek Banyuglugur Untuk Mengungkapnya.
Situbondo, Berita Patroli – Geger seputar penemuan mayat seorang perempuan dikamar nomor 11 Hotel Petani Hills yang berada di Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo beberapa bulan lalu (11 April 2021) hingga saat masih menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Pasalnya kasus yang menyeruak hingga keranah nasional tersebut sampai saat ini belum menunjukkan titik terang dalam pengungkapannya.
Seperti diketahui, kematian KW (36) perempuan paruh baya warga Dusun Karangpoloh Desa Alasmalang Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo disalah salah satu kamar penginapan Petani Hill (12/4) sempat membuat heboh warga dikecamatan Banyuglugur yang menjadi TKP (Tempat kejadian perkara).
Kematian salah satu penghuni kamar penginapan ini terungkap setelah Purnomo, salah satu pegawai hotel tersebut mengetuk pintu kamar sebagai bagian dari servis hotel. Setelah beberapa kali pintu kamar diketuk, namun tidak respon dari penghuni kamar.
Hal ini terungkap setelah pintu kamar dibuka dan ditemukan sesosok perempuan dalam
posisi duduk berselimut diduga telah tidak bernyawa. Selang beberapa menit pihak hotel
kemudian menghubungi anggota Polsek yang berjarak tidak jauh dari lokasi hotel.
Setelah Polisi datang dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara akhirnya korban dievakuasi ke RSUD Besuki kabupaten Situbondo dan dokter menyatakan tidak ditemukanya bekas penganiayaan Pasca ditemukannya mayat di dalam kamar hotel ini, keluarga korban menolak jenazah untuk di autopsi.

Sehingga Polisi merasa kesulitan untuk mengungkap kematian wanita tersebut. Mengingat penanganan atas kasus tersebut seolah terhambat oleh minimnya informasi yang di gali oleh kepolisian untuk mengungkapnya, pasalnya pihak hotel tidak bisa menunjukan identitas pelanggan saat menyewa kamar/ chek in.
Juga tidak berfungsinya kamera cctv yang berada diarea hotel guna mengakses siapa saja yang memasuki hotel. “ Ini yang saya salahkan dari pihak hotel kenapa bisa pelanggan datang untuk menyewa kamar tidak dimintai kartu identitas diri/KTP” Ujar Kapolsek.
Seolah kasusini tidak mendapat penyidikan yang signifikan menimbulkan isu miring yang semakin berkembang mengingat keberadaan korban ditempat ‘tak biasa’ ini pastinya tidak sendiri. Dan benar adanya ketika wartawan berita patroli mendatangi lokasi rumah korban guna konfirmasi, ada salah satu kerabatnya yang menceritakan jika sebelum korban ditemukan meninggal dirinya sempat melihat korban dibonceng motor oleh seorang laki-laki paruh baya yang dia sedikit tau bahwa laki-laki itu berasal dari Kabupaten Probolinggo seorang perangkat desa. “Dia bareng pak …xx itu boncengan ke arah sana tadi.” Ujarnya.
Ironisnya saat KW ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi duduk dilantai
bersandar dikasur seolah panik dan sengaja ditinggalkan begitu saja oleh teman kencanya
dan tidak melaporkan kejadian ini kepada pihak reservasi hotel ataupun Kepolisian terdekat. Diduga selang beberapa jam kemudian dari jam korban masuk kamar barulah pihak karyawan hotel mendatangi kamar dan sudah mendapati wanita itu tidak bergerak. Seolah mengacu pada kondisi kematian korban yang tidak ditemukan unsur penganiayaan pihak Polsek menghentikan penyidikan kasus ini sementara sambil menunggu hasil lidik anggota dilapangan.
Kapolsek Banyuglugur Iptu Supoyo saat dikonfirmasi lagi terkait tindak lanjut penangananya mengatakan “Kita tidak menghentikan mengungkap kasus tersebut, namun masih dalam taraf penyelidikan.” Ujarnya dengan santun.
Kapolsek juga menyampaikan jika 3 anggotanya terpapar Covid-19, sehingga proses lidik
terkendala kurangnya personil dilapangan “Kondisi darurat covid dan saat ini juga menimpa 3 anggota kami mbak” Sambungnya.
Belum terungkapnya secara detail sebab meninggalnya janda (KW) di kamar Hotel Petani
Hill di wilayah hukum Polsek Banyuglugur hingga saat ini menjadi polemik dan perbincangan masyarakat, Disinyalir dengan sudah adanya kabar yang beredar bahwasanya korban datang dengan seorang pria yang seyogyanya Polisi bisa mencari tau untuk menjadi saksi tapi masih belum ada titik terang tentang identitas yang dimaksud. Dan bisa melenggang bebas dari pantauan penegak hukum atas kematian warga kecamatan Panarukan tersebut. (Ika/tim)















You must be logged in to post a comment Login