Berita Nasional
Perselisihan Raja Tambang Ngaini, Jaya Dan Kades Terkait Atensi
Berita Patroli Kediri – Perselisihan antar penambang galian C di wilayah kabupaten Kediri masih menarik untuk jadi pembahasan hingga di kupas tuntas oleh para awak media, tepatnya para pemilik galian C di desa Sempu kecamatan manggis kabupaten Kediri.
Hingga mematik kemarahan warga manggis turun ke jalan memblokade jalan yang dilalui oleh truk2 para penambang, tak dapat dipungkiri jalan yang dilalui oleh truk pengangkut pasir kondisinya rusak dan berlubang besar, alasan warga selain menuntut adanya perbaikan jalan juga menuntut adanya kompensasi atau ganti rugi kepada seluruh warga yang terdampak.

Di saat warga memblokade jalan ditemui oleh salah satu penambang sebut saja Ngaini/Bedun yang juga meluapkan emosinya karena truk2 pengangkut pasir tidak bisa lewat, cukup menarik perhatian para awak media saat emosi Ngaini/Bedun meluap luap ” aku kurang apa sama warga, “ujarnya.
” Disini saya keluar uang banyak untuk mengurusi semuanya, masjid juga saya bangunkan, atensi/uang keamanan saya juga mengeluarkan sampai ke Polda juga, per ret (retase truk) juga di potong 5 ribu per ret saya juga gak apa apa tapi kenapa kok masih di blokir jalannya,” tegas Bedun/Ngaini.
Menurut Bedun/Ngaini terkait dengan atensi keamanan saat di konfirmasi awak media mengatakan selama belum memiliki ijin Ngaini/Bedun bersama penambang lain (Andik monyong, Agus gulo, menying, Erik KBA ) menyisihkan sejumlah dana kurang lebih 16 juta 700 ribu untuk warga dan keamanan ke Polda Jatim, yang totalnya sekitar 100 juta lebih per bulannya.
Uang tersebut kami lewatkan pak jaya yang mempunyai akses di Polda, akan tetapi uang yang terkumpul selama 3 bulan tersebut tidak di setorkan ke Polda sama pak jaya, perlu diketahui dulu kami semua gabung dengan pak jaya tapi setelah mengetahui tidak ada setoran di Polda kami merasa ditipu akhirnya kami mundur sendiri sendiri dan sampai sekarang, sampai akhirnya ijin tambang saya keluar,” ucap Ngaini/Bedun kepada awak media.
Saya tau pengerahan massa kemarin malam itu di danai, ada aktor dan otak dibalik pengerahan massa kemarin supaya trek2 gak bisa jalan dan akhirnya trek2 nantinya mengambil pasir di tempatnya, aktor ini semua Rahman dan Jaya massa di datangkan mendapat uang saku bukan dari ke inginkan warga manggis sendiri.(team)















You must be logged in to post a comment Login