Hukum dan Kriminal
Kematian Misterius Bripda Natanael Terkuak, Rekan Sesama Polisi Ditetapkan Tersangka

Bripda Natanael Simanungkalit ditemukan meninggal dalam kondisi tak wajar di asrama. Keterlibatan sesama anggota membuat kasus ini semakin serius. Harapan kini bertumpu pada proses hukum yang jujur, transparan, dan tidak melindungi siapa pun yang bersalah.
BERITA PATROLI – RIAU
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau akhirnya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya Bripda Natanael Simanungkalit yang ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di mess Bintara Remaja Samapta, Senin (13/4) dini hari.
Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, mengungkapkan bahwa tersangka berinisial Bripda AS. Penetapan ini dilakukan setelah pemeriksaan intensif terhadap sejumlah anggota.
“Telah ditetapkan seorang tersangka terduga pelaku yaitu saudara Bripda AS,” ujarnya.
Sejauh ini, sebanyak 11 anggota telah diperiksa oleh Bidpropam Polda Kepri guna mengungkap secara terang peristiwa yang diduga melibatkan tindakan kekerasan tersebut. Kasus ini selanjutnya akan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri untuk proses hukum pidana.
Kapolda Kepri, Asef Syafrudin, disebut telah memberikan atensi serius terhadap kasus ini. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat akan ditindak tegas tanpa pandang bulu.
“Kapolda menyampaikan akan menindak tegas dan profesional terhadap para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban,” kata Nona.
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan tim dokter forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Dugaan sementara mengarah pada aksi penganiayaan oleh sesama anggota polisi, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya pengeroyokan. Namun, pihak kepolisian masih mendalami fakta-fakta di lapangan.
Sementara itu, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Sudirman, mendesak agar kasus ini dibuka secara transparan dan tidak ditutup-tutupi.
“Pokoknya kasus ini harus terungkap terbuka, tidak boleh ditutupi,” tegasnya.
Pihak keluarga mengaku baru menerima kabar duka sekitar pukul 02.00 WIB. Laporan polisi pun telah dibuat untuk mengawal proses hukum dan memastikan keadilan bagi korban.
Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap dugaan kekerasan di internal institusi kepolisian. Publik kini menanti komitmen transparansi dan penegakan hukum yang dijanjikan benar-benar ditegakkan tanpa kompromi.
(Tomy)















You must be logged in to post a comment Login