JATIM
Polres Ponorogo Tangkap Pelaku Spesialis Curanmor

Polres Ponorogo Tangkap Pelaku Spesialis Curanmor
PONOROGO, Berita Patroli – Jajaran Satreskrim Polres Ponorogo menangkap pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku ialah Wahyuni (39), warga Kecamatan Katoharjo Kota Madiun.
Bisa dikatakan ratu curanmor, sebab yang bersangkutan beraksi seorang diri. Selain dari tangannya pun, petugas berhasil mengamankan barang bukti beberapa unit sepeda motor, yang dicuri di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) di Ponorogo dan Madiun.
“Curanmor yang dilakukan pelaku ini ada 3 TKP di Ponorogo. Setelah kita lakukan pengembangan, juga ada 3 TKP di Madiun,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia, Senin (26/06/2023).
Pengungkapan kasus curanmor di wilayah hukum Polres Ponorogo berawal adanya pelaporan warga yang kehilangan sepeda motornya. Petugas kepolisian Satreskrim Polres Ponorogo langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Penyelidikan yang dilakukan pun mengarah kepada pelaku Wahyuni. Benar saja, saat dilakukan penggeledahan di rumahnya ada 5 unit sepeda motor hasil curiannya.
“Ada 5 unit sepeda motor curian yang kita amankan di rumah pelaku di Kota Madiun,” katanya.
Dalam beraksi, Wahyuni hanya seorang diri. Ia tidak dibantu oleh orang lain. Target korbannya pun random. Sebab, Ia memanfaatkan aplikasi pertemanan untuk mencari korbannya. Sehingga, korbannya pun tidak hanya dari Ponorogo saja, namun juga ada yang dari Madiun.
“Dengan aplikasi tersebut, pelaku mencari korbannya yang akan digasak sepeda motornya,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Nganjuk tersebut.
Dengan serangkaian aksi kejahatan yang dilakukannya, sang ratu curanmor Wahyuni harus mendekam di penjara Polres Ponorogo. Untuk mempertanggungjawabkan tindak pidana kejahatannya, polisi akan menjerat yang bersangkutan dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP. Dengan ancaman pidana penjara yang akan diterima oleh pelaku Wahyuni selama maksimal 4 tahun penjara.
“Kita jerat dengan pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkas polisi tersebut.
(Red)
