JATIM
Orang Mabuk diTangkap Polisi Karena Pukuli Warga dan Bacok Perangkat Desa di Malang

Mabuk Miras, Ngomel Sendiri, Ditegur Malah Bacok Perangkat Desa
MALANG, Berita Patroli – Seorang perangkat desa di Kabupaten Malang jadi korban penganiayaan orang mabuk. Polisi dari Unit Reskrim Polsek Wagir akhirnya menangkap seorang pelaku
Korban atas nama Toni (42), seorang perangkat desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Toni mengalami luka akibat senjata tajam yang dilakukan oleh pelaku bernama Arif Afrianto (23), warga Gondongwangi, Kecamatan Wagir.
Adapun kejadian bermula sekitar pukul 19.00 wib, ketika pelaku yang menurut pengakuannya dalam pengaruh minuman keras, bertengkar dengan salah seorang teman pelaku, dan mengancam menggunakan senjata tajam jenis parang dan caluk. Awal kejadian bertengkar, pelaku dituduh sering mencuri rumput di lahan temannya tersebut.
Dalam situasi pertengkaran tersebut, salah satu perangkat desa (kamituwo) melintas di lokasi, dan bermaksud melerai pertengkaran tersebut. Namun pelaku marah, kemudian mengambil parang dan diayunan ke tubuh korban mengenai punggung korban sehingga terluka, dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Wagir.
“Sekitar pukul 21.00 wib petugas Polsek wagir yang menerima laporan dari masyarakat langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya petugas langsung menangkap dan mengamankan tersangka,” ungkap Kapolsek Wagir, AKP Ronny Margas, Rabu (21/6/2023).
Ronny menjelaskan bahwa pelaku saat kejadian juga sempat memukul beberapa warga yang berusaha melerai pertengkaran tersebut.
“Pelaku saat bertengkar dengan temannya tersebut sempat dilerai oleh warga, namun beberapa warga yang melerai mendapatkan pukulan oleh tersangka. Sampai akhirnya Pak Kamituwo datang dan bermaksud melerai, namun terkena sabetan senjata tajam dari tersangka,” tegas Ronny.
Beberapa saksi mengatakan, bahwa warga telah mengingatkan tersangka untuk tidak berbuat onar di kampung. Dan melerai pertengkaran tersebut, namun beberapa warga malah terkena pukulan tersangka.
Awalnya tersangka membuat gaduh. Saat salah satu warga mengingatkannya, pelaku tidak terima lalu memukul warga tersebut dan membacok warga.
“Setelah mendapat laporan dari warga sekitar, kami kerahkan beberapa petugas untuk menuju lokasi dan melakukan penangkapan terhadap tersangka,” kata Ronny.
Polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah Sajam jenis Parang dan satu Sajam jenis Caluk dari tersangka.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang sajam.
“Kami pastikan semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini, yang akan membuat warga sekitar merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitarnya,” Ronny mengakhiri.
(Red)
