JATIM
Puluhan Miliar APBD untuk Saluran Tenggumung Wetan Perlu Dievaluasi, Pengawasan dan Transparansi PPK Dipertanyakan

Pengerjaan proyek saluran bernilai puluhan miliar rupiah di kawasan Tenggumung Wetan-Kedung Mangu menuai sorotan. Transparansi pelaksanaan proyek dipertanyakan setelah pihak pelaksana dan PPK dinilai sulit memberikan keterangan saat dikonfirmasi.
BERITA PATROLI – SURABAYA
Proyek pembangunan saluran top-bottom 200/200 di sepanjang Jalan Tenggumung Wetan hingga Jalan Kedung Mangu, Surabaya, yang menelan anggaran APBD hingga puluhan miliar rupiah kini menjadi perhatian. Proyek yang seharusnya menjadi solusi mengatasi banjir justru memunculkan tanda tanya besar terkait transparansi, pengawasan, dan keterbukaan informasi kepada publik.
Proyek dengan Nomor Kontrak 000.3.3/005/06.2.01.0029.EPC/436.7.3/2026 tersebut dikerjakan oleh PT Berlian Karya Teknik dengan pengawasan AJK.DBJ.CNK KSO. Pembangunan saluran ini digadang-gadang sebagai langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya untuk mengurangi genangan yang selama ini menjadi keluhan warga akibat buruknya sistem drainase dan menumpuknya limbah rumah tangga.
Namun di balik proyek bernilai fantastis itu, muncul kritik keras dari kalangan masyarakat dan media. Pasalnya, saat wartawan Berita Patroli melakukan penelusuran ke lokasi proyek pada Kamis (11/6/2026) malam, pihak pelaksana maupun pengawas dinilai tidak menunjukkan sikap kooperatif dalam memberikan informasi.
Ironisnya, salah satu pengawas yang berada di lokasi disebut tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran proyek yang sedang diawasinya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalisme pengawasan terhadap proyek yang dibiayai dari uang rakyat.
Sorotan juga mengarah kepada Adi Gunita selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut. Selama ini, Adi Gunita disebut kerap sulit ditemui dan dinilai enggan memberikan penjelasan terhadap berbagai temuan maupun kritik yang muncul di lapangan.
Sikap tertutup tersebut dinilai bertentangan dengan semangat transparansi yang selama ini digaungkan Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Di saat masyarakat menuntut keterbukaan penggunaan anggaran daerah, pejabat yang diberi amanah mengelola proyek justru dinilai tidak responsif terhadap pertanyaan publik.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Akbar selaku pelaksana lapangan PT Berlian Karya Teknik sempat merespons wartawan dengan meminta untuk bersabar. Namun setelah itu, upaya konfirmasi lanjutan tidak lagi mendapat tanggapan.
Publik pun mempertanyakan, ada apa sebenarnya dengan proyek saluran yang menghabiskan dana puluhan miliar rupiah tersebut? Mengapa pihak-pihak yang bertanggung jawab terkesan menghindari konfirmasi? Jika pengerjaan proyek telah sesuai aturan dan spesifikasi, seharusnya tidak ada alasan untuk menutup diri dari pengawasan masyarakat maupun media.
Karena itu, proyek saluran di kawasan Tenggumung Wetan dinilai perlu mendapat perhatian khusus dari instansi terkait, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Jangan sampai proyek yang dibangun dengan uang rakyat justru meninggalkan persoalan baru akibat lemahnya pengawasan dan minimnya keterbukaan informasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PPK maupun pelaksana proyek belum memberikan penjelasan resmi terkait sejumlah pertanyaan yang diajukan wartawan.
(BJP, Tomy)















You must be logged in to post a comment Login