Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Pemkot Malang Siapkan Kendaraan, “Larang Pelajar-Warga Naik Perahu Getek”

Pejabat Pemkot Malang ujicoba perahu getek

Kota Malang – Berita Patroli – Pemkot Malang melarang pelajar berangkat atau pulang sekolah menggunakan perahu getek swadaya warga Kelurahan Mergosono menuju Kelurahan Bumiayu. Hal itu, karena perahu getek hingga akses jalan yang dilalui para pelajar kurang aman.

Perahu getek difungsikan sebagai alternatif penyeberangan usai Jembatan Lembayung, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ditutup.

Pemkot Malang memutuskan menyediakan kendaraan untuk mengantar para pelajar saat akan berangkat dan pulang sekolah. Kini Pemkot Malang sedang menghitung berapa kendaraan yang dibutuhkan.

“Anak sekolah gak boleh (naik perahu getek). Saya minta Dinas Pendidikan, BPBD, Kecamatan dan Satpol PP menyiapkan kendaraan di setiap jam berangkat dan pulang sekolah,” ujar Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/10/2023).

Dia menilai, perahu getek yang digunakan untuk menyeberang dari Kelurahan Mergosono menuju Kelurahan Bumiayu atau sebaliknya itu cukup berbahaya. Sebagai antisipasi, dia menyarankan agar warga tidak menggunakan perahu tersebut.

“Kami tidak melarang, tapi menyarankan getek itu tidak digunakan karena sama sekali tidak safety. Jadi saya minta pihak pelaksana membantu agar aman,” terang Wahyu.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana menyebut, ada 135 pelajar SD dan SMP yang membutuhkan kendaraan untuk pulang dan berangkat sekolah.

Rinciannya, 75 siswa dari SD yang biasa menyebrang dari Kelurahan Bumiayu ke Kelurahan Mergosono serta 60 siswa SMP yang menyebrang dari Kelurahan Mergosono ke Kelurahan Bumiayu.

Kendaraan yang disiapkan, yakni kendaraan milik Satpol PP Kota Malang, Dishub Kota Malang, Kecamatan dan Diskopindag Kota Malang. “Kami bikin shift nanti. Berarti kalau 60 butuh 4 kendaraan dari Mergosono. Kalau dari Bumiayu 75 berarti butuh 5 kendaraan,” jelasnya.

Ia juga akan melakukan rapat dan mengirim surat kepada setiap kepala sekolah agar bisa memastikan anak didiknya tak lagi menggunakan perahu getek.

“Kita akan survey lebih cepat mana, karena pagi berangkatnya. Kalau pulangnya agak sore dikit gak masalah,” tandasnya.

(Red)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top