Berita Nasional
Tradisi JAWA TIMUR,JAWA TENGAH, yang dipanggil KIYAI itu adalah org alim yang ayah dan kakek2nya memang Kiyai.
Berita Patroli – Putra Kiyai dipanggil GUS, kalau putra KIYAI terkenal sejak muda biasanya dipanggil GUS sampe tua oleh santri n masyarakatnya, tapi dlm panggilan resmi atau penulisan biasanya dipanggil KIYAI jg.
Adapun org alim yg bukan anak KIYAI biasanya dipanggil Ustadz, biasanya Ustadz berkhidmah mengajar di pondok atau Madrasah binaan gurunya yg Kiyai. Maka dlm tradisi pesantren, Ustadz adalah murid KIYAI yg anak org biasa n berhasil menjadil alim kemudian membantu KIYAI didalam mengajar santri, bahkan masyarakat akan tetap memanggilnya USTADZ walaupun telah mendirikan Pesantren sendiri. Dari itu, kadang santri ga terima kalo KIYAInya dipanggil USTADZ, krn merasa KIYAInya diturunkan derajat, padahal yg manggil USTADZ itu memang ga tau kalo dlm tradisi pesantren USTADZ itu “bawahannya” KIYAI.
Ini hanyalah tradisi, sehingga bisa saja org yg dipanggil USTADZ lbh berprestasi daripada org yg dipanggil KIYAI, hny saja, biasanya Ustadz yg berprestasi itu jg merupakan hasil didikan gurunya yg KIYAI. Ketika KIYAI itu identik dg nasab, maka nasab mmg memiliki keberkahannya sendiri, keberkahan n kesempatan memimpin yg diberikan oleh masyarakat kdp keluarga KIYAI memmbuat GUS-GUS lbh bnyk belajar n berlatih sejak dini, misalnya saya yg sdh mulai berceramah n berkhutbah pada usia 16 tahun, tentu saja atas perintah ayah saya n masyarakat senang krn saya adalah GUS mereka atau putra guru mereka. Sampai skrg pun mrk memanggil saya GUS dlm keseharian, kecuali di panggung dakwah baru mereka lbh sering menyebut saya dg KIYAI. Sekali lagi, itu hny tradisi. Saya tulis ini sbg informasi tentang sebuah tradisi, warisan budaya pesantren di bagian timur pulau Jawa.
Di Madura, GUS itu dipanggil LORA atau disingkat RA. Di Pasuruan, sebagian GUS dipanggil MAS, khususnya GUS-GUS Pesantren Sidogiri n Pesantren Kramat. Saya trmasuk yg dpt tiga panggilan itu, masyakat di kampung saya biasa memanngil saya GUS n sebagian kecil memanggil saya MAS ikut2an santri Sidogiri dan Kramat, n ketika di Madura kadang saya dipanggil LORA. Kalau di luar saya biasa dipanggil KIYAI n saya jadi merasa tua hehehe, tp mmg salah saya sendiri krn sejak muda bergaul dg KIYAI2 sepuh hihihi. Tapi ada jg yg mengira saya HABIB krn saya brewok, jadi saya tegaskan bhw saya BUKAN HABIB, saya anak KIYAI JAWA.
Akhir2 ini, panggilan KIYAI n GUS sdh mulai kurang “keramat”, krn bnyk org yg bukan anak KIYAI kemudian dipanggil KIYAI atau GUS, gelar itu diberikan oleh pengikutnya yg org jauh hny krn dia dianggap “sakti” atau bisa ngobatin org sakit dg doa2. Maka kalau mau tau apakah seseorang itu KIYAI atau GUS yg asli secara tradisi pesantren, datangi kampung halamannya n cari tau apakah masyarakat memang memanggilnya KYAI atau GUS, kalau dia bukan KIYAI atau GUS pasti masyarakatnya hny memanggilnya Ustadz Fulan, Pak Fulan, Cak Fulan atau bhkn menyebut namanya tanpa embel2 apapun.
Sekali lg, ini hny soal tradisi. Yg mulia adalah yg bertaqwa, yg terbaik adalah yg paling bermanfaat.















You must be logged in to post a comment Login