Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Klarifikasi Pemberitaan, Kanitlaka Res Kab Gresik, Silaturrahmi Kepada Orangtua Korban

Gresik Berita PATROLI – Gerakan cepat,untuk meredam pemberitaan agar tidak sepihak, dan menjadi bola liar dan menjadi informasi yang menyesatkan, dilakukan oleh Kanit laka Polres Gresik IPDA Suharto.S.H., Minggu kemarin , silaturrahmi ke kediaman Orangtua Korban meninggal dunia, yang diduga karena kecelakaan tunggal,” Kami disini yang pertama silaturrahmi, yang kedua kami berharap tidak adanya berita berita yang tidak sesuai fakta dilapangan, kami jajaran Satlantas Polres Gresik unit laka sudah sangat profesional dalam melaksanakan tugas, perlu masyarakat ketahui, kami menangani perkara laka lantas ini mulai tanggal 06 Oktober selang beberapa Minggu setelah kejadian, karena kami juga tidak gegabah, patut diduga ini ada unsur kriminalnya karena sampai saat ini motor yang dipakai oleh Rino yang membonceng korban tidak ditemukan, menurut keterangan Rino, motor tersebut masuk selokan dan dibantu oleh dua orang tidak dikenal, memakai helm gojek,” Motornya tak bawa dulu untuk laporan diPolsek,” Urai Kanitlaka mengungkapkan, seperti yang dituturkan Rino dalam BAP, informasi terbaru, Rino ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka, kami jerat dengan UU No 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ ( Lalulintas Angkutan Jalan ) dan perkara sudah lengkap tinggal kita kirimkan berkasnya ke kejaksaan, ” Kita akan selalu transparan, PROMOTER dan PRESISI dalam penegakkan hukum,” Urai Kanitlaka, Terkait ada oknum Satlantas bernama Aiptu Zaenuri, saya sebagai Kepala Unit meminta maaf kepada orangtua dan keluarga korban, tidak ada niatan apapun dari pak Zaenuri karena korban yang dibonceng dan yang membonceng sama sama satu desa, dan juga masih saudara jauh,” Ujar Kanitlaka menyampaikan. Kepada wartawan Aiptu Zaenuri juga menambahkan,” Saya tidak pernah intervensi pak Sujiadi ayah dari korban yang meninggal dunia, cuma memang saya bicara sama beliau,’ Sudahlah pak, kasihan yang meninggal damai saja daripada berlarut larut, karena juga masih ada hubungan saudara jauh,” Ujarnya.

Perlu masyarakat ketahui juga,istri Aiptu Zaenuri ini juga tetangga dari ayah korban,sedangkan ayah dari Rino adalah teman dari ayah korban ( pak Sujiadi ) jadi tidak ada saya intervensi beliaunya,karena saya bukan penyidiknya,” Ungkap Aiptu Zaenuri kepada wartawan berita PATROLI.

Polsek Driyorejo Polres Kab Gresik banyak dikeluhkan oleh masyarakat karena para petugasnya selalu berwajah garang,sangar,Kanitreskrim nya tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,ketika masyarakat melapor selalu dipimpong,tidak diberi surat tanda lapor,dan tidak diterima,Kanitreskrim nya juga alergi kritik dan masukan dari masyarakat,saat keluarga korban melapor dihardik oleh Kanitreskrimnya,” Kamu kok ngajari saya,Ujar masyarakat yang bernama Sujiadi memelas

Menanggapi kedatangan Perwira yang menjabat sebagai Kanitlaka Satlantas Polres Gresik , ayah dari korban yang meninggal dunia , Sujiadi menuturkan,” Kami tetap tidak menerima kalau anak saya dikatakan meninggal dunia akibat lakalantas tunggal, biar saja perkaranya jangan dikirim ke kejaksaan dulu, kami akan berupaya mencari saksi saksi yang mengetahui bahwa anak saya meninggal bukan karena lakalantas tunggal, sekarang logikanya , Rino sehabis kecelakaan bisa pulang kerumahnya, bisa ganti baju, dan juga bisa memberi tahu bapaknya, terus kembali lagi ke TKP bersama beberapa temannya, tapi kenapa saya tidak dikasih tahu,padahal disitu ada yang namanya TOWO, yang katanya orang orang disini, TOWO adalah Spionnya polisi, cepunya polisi, dan anak saya dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia,namun dilaporkan ke UGD masih hidup, anak saya dibawa ke RS Anwar Medika Krian, yang lebih saya tidak terima , berkali kali saya lapor ke Polsek Driyorejo,dipimpong kesana kemari, Kanitreskrim nya sangat Arogan, kasar, tidak menerima masukan dari saya selaku orangtua korban, malah hari Rabu, 3 hari setelah kejadian , saya disuruh ke Polres Gresik bagian Laka ,” Saya minta diusut tuntas,” Ujar Sujiadi

Peristiwa ini sempat heboh dan viral karena Satreskrim Polres Gresik Simpulkan Kematian Bocah Asal Driyorejo Bukan Pembunuhan

Penyelidikan Satreskrim Polres Gresik atas penyebab kematian seorang anak dibawah umur berinisial SF ( 16th) mendekati babak akhir. Dari berbagai tahap pemeriksaan, polisi menyimpulkan bahwa kematian remaja asal Desa Petiken, Driyorejo, itu bukan karena pembunuhan. Namun, disebabkan kecelakaan tunggal.

Sujiadi orangtua dari Korban yang meninggal dunia SF ( 16th) ,” Saya minta berkasnya yang terkait lakalantas jangan dikirim ke kejaksaan dulu,saya masih tidak percaya kalau anak saya meninggal karena kecelakaan tunggal ini sepertinya ada sebuah rekayasa,saya sebagai masyarakat tidak terima,saya ingin perkara ini dibuka lagi penyelidikannya secara profesional, biar terang,bukan seolah olah dikaburkan,terutama Kanitreskrim Polsek Driyorejo,sangat Arogan,saya melapor tidak ditanggapi,tidak diberi surat tanda lapor,saya sangat kecewa,” Ujar Sujiadi

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menjelaskan, pihaknya telah memeriksa 11 saksi. Mulai keterangan rekan-rekan SF, saksi saat penemuan jasad, hingga pihak keluarga korban. ’’Setelah melakukan rekonstruksi serta memeriksa para saksi dan hasil gelar perkara, kejadian tersebut tidak ada dugaan pembunuhan,’’ ungkapnya,

Disinggung kelanjutan penyelidikan tersebut, perwira dengan dua balok di pundak itu belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Wahyu pun belum bisa memastikan apakah jajarannya menghentikan proses penyelidikan atau mengembalikan ke Unit Laka Satlantas sesuai laporan awal.

Kesimpulan tersebut tentu membuat pihak keluarga korban sangat kecewa. Ayah korban, Sujiadi, pun menyatakan bahwa saat rekonstruksi kejadian, pihaknya menilai terdapat sejumlah kejanggalan. ’’Khususnya berkaitan reka adegan yang tidak menjelaskan secara gamblang. Banyak hal yang sangat penting. Namun, malah dilewati,’’ tuturnya.

Ft Jasad Almarhum SF,(16th) dalam lingkaran hijau tersebut keluarga korban menyakini ditusuk benda tajam hingga tembus,yang mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat,tapi kenapa oleh Kanitreskrim Polsek Driyorejo dilimpahkan ke Unitlakalantas ,dan penanganan awal unit lalulintas,Kanitlantas Polsek Driyorejo IPDA Tasmani, keluarga Korban menuntut sebuah keadilan

Sujiadi tetap berupaya untuk memperoleh keadilan. Dengan harapan, membuka fakta yang sebenarnya tentang penyebab pasti kematian putra keduanya tersebut. ’’Kelanjutan proses hukum tetap diupayakan. Semoga ada jalan untuk memperoleh keadilan yang seadil-adilnya,’’ harap pria 54 tahun itu.” Sampai kapanpun saya akan menuntut keadilan ini,saya minta Kanitreskrim Polsek Driyorejo diusut, karena mengabaikan masyarakat melapor,dan bersikap arogan kepada masyarakat,” Ujarnya ( Andrijanto/Humbass/Arinta/Rusli) Bersambung

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top