Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

KRPK Siap dampingi keluarga korban meninggal dunia terperosok saluran air.Gugat Pemkot Blitar.

Blitar Berita Patroli – Ketua LSM KRPK Blitar Mohammad Trijanto menanggapi kejadian tewasnya Yuliani (49) warga Jalan Mayang Kota Blitar di dalam gorong-gorong air sebagai fenomena yang memprihatinkan. Pasalnya kasus tersebut berhubungan dengan kualitas pembangunan infrastruktur yang asal-asalan oleh pemerintah kota Blitar.

Di kasus tersebut trotoar berpaving yang diinjak Yuliani tiba-tiba ambles. Membuat Yuliani tewas setelah jatuh ke dalam drainase dengan debit air tinggi, setelah Kota Blitar diguyur hujan lebat.Korban meninggal dunia terseret arus air hingga 100 meter dari titik jatuh.

Dalam pengamatannya dari foto-foto di lokasi korban jatuh, tidak terlihat besi penguat sebagai pondasi trotoar di atas drainase. Serta ada sejumlah sampah terselip di bawah paving menjadi salah satu indikasi pembangunan yang ngawur.

“Saya belum menurunkan tim investigasi di bawah. Cuma tidak ada satupun besi menguatkan trotoar tersebut, patut diduga pola pembangunan seperti itu melanggar aturan,” ujar Trijanto.

Lebih lanjut Triyanto mengatakan, Pemerintah Kota Blitar harus lebih serius dalam pengawasan pembangunan dan perawatan infrastruktur yang ada. Jangan sampai ada korban lagi.

Sebagai contoh, bak kontrol drainase yang menganga berbulan-bulan tidak ada tutupnya, ini ada tepat dimana jasad Yuliani ditemukan pasca terseret arus. Kelalaian seperti ini, bisa saja mencelakai pejalan kaki lainnya bisa terperosok, lantaran tidak perhatian dengan jalan yang dilewatinya ternyata berlubang.

“Jangan sampai hal serupa terulang kembali serta memakan korban lagi. Kami siap mendampingi keluarga korban untuk menggugat Pemkot Blitar melalui jalur hukum,” imbuhnya.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kota Blitar Joko Pratomo saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, Sebelum kejadian nahas itu, tepatnya tanggal 1 Februari 2021, tidak jauh dari lokasi korban jatuh berjarak kurang lebih 3 meter ke utara, trotoar berpaving sudah ambrol lebih dulu.

Tanggal 2 Februari 2021, petugas dinas survei ke lokasi memastikan material paving yang berjatuhan tidak sampai menyumbat saluran drainase yang juga berfungsi sebagai irigasi persawahan di wilayah Kelurahan Turi.

“Kemudian tanggal 3 dan 4 kita bersihkan. Habis itu tampaknya bagus di luar yang jebol itu. Baru yang sebelah selatan kemarin, ada warga (korban) yang berdiri atau kira-kira gimana tiba-tiba ambles,” terangnya.

Joko menambahkan, pihaknya sudah menutup lokasi paving yang ambrol lebih dulu. Hanya saja wilayah yang ditutup dianggap berbahaya cukup di lokasi yang ambrol saja, tidak luas sampai di titik korban jatuh.

“Kalau yang jebol itu sudah kita kasih palang, meja-meja dan tali. Dia (korban) warga situ dan itu (trotoar depan rumah korban yang ambles) kan akses rumahnya,” Imbuhnya.

Sedang kualitas trotoar yang buruk tanpa adanya kawat penguat, Joko pun membenarkan. Hanya saja dia tidak mengetahui persis kapan dibangunnya trotoar berpaving dan rekanan siapa yang membangun trotoar di Jalan Mawar tersebut.

“Teman saya satu ruangan sini yang terakhir masuk tahun 2000 an sampai sekarang tidak mengetahui ada pekerjaan ini. Itu memang sudah lama yang kata orang tahun 76 salurannya dibangun warga sana swadaya. Kita biasa keliling ada kalau ada trotoar lubang tetap kita tangani, kita tutup, kalau ini kelihatannya bagus tiba-tiba ambrol kita tidak tahu,” paparnya.

Saat ini pun Dinas PUPR Kota Blitar langsung bertindak melakukan perbaikan trotoar sekitar hanya sepanjang 10 meter. Perbaikan tidak dilakukan sepanjang Jalan Mawar karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Kita gunakan dana darurat karena membutuhkan perbaikan cepat sekitar 10 meter. Tapi rencana kita tuntaskan dengan meminta persetujuan walikota. Di lokasi kejadian kemarin sudah kita beri police line agar warga lebih hati-hati,” pungkasnya.(had/ris)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top