Berita Nasional
Merasa sudah Atensi ke Polres Dan Polda Jatim,Raja tambang Galian C Ngaini/Bedon Tantang warga Manggis Kediri
Kediri Berita Patroli – Aktivitas galian C ilegal tampak beroperasi 24 jam non-stop di wilayah hukum polres Kediri, Tepat nya di dusun ngunut desa manggis kecamatan Ngancar kabupaten Kediri, Rabu 27/01/21 Malam Sekira pukul 22.30 Wib dengan Adanya Galian C yang di duga ilegal ini, milik saudara Ngaini warga Dawung Nglegok Blitar, warga Manggis Berharap dengan beroperasi galian pertambangan ini supaya setiap bulannya ada kopensasi ke warga, yang biasa nya 15 hari sekali hingga satu bulan sekali, ada kopensasi ke warga, tapi hingga tiga bulan ini kopensasi yang di harap kan warga tidak kunjung terealisasi, entah apa penyebabnya kopensasi belum juga di bagikan.
hingga aksi damai pun di lakukan oleh warga Manggis guna memperjelas kesepakatan awal, Kurang lebih ada 80 warga desa Manggis terdiri dari lima dusun, manggis,ngunut, Margorjo,sumberUrip,sumberjo.
Peserta aksi juga membawa spanduk besar bertuliskan “ STOP TRUK PASIR DI LARANG LEWAT JALAN DESA MANGGIS NGANCAR KEDIRI
Suyatno sebagai koordinator aksi damai mengatakan ke Media ini, “bahwa warga sekitar yang terdiri dari lima dusun tersebut ingin mengetahui bentuk fisik ijin pertambangan milik Ngaini/Bedon yang selama ini di gembor gembor kan ke warga,..
warga Ingin bertatap muka ke pemilik tambang, Karena selama ada pertambangan Milik Ngaini warga Manggis belum pernah merasakan kopensasi berupa sembako, hanya yang di rasakan dampak nya akibat lalu lalang dump Truk yang bermuatan overluod, Akibat bermuatan melebihi tonase membuat jalan yang semakin rusak.

Kemarin Sempat ada bantuan ke warga, berupa sembako, tapi tiga bulan ini ngak ada bantuan sama sekali,,, sebenarnya sudah ada kesepakatan antara pemilik tambang dan warga sekitar,tapi untuk tiga bulan terakhir ini kopensasi ke warga belum juga di bagi.
Edi sebagai perwakilan dari aksi damai juga turut menambah kan, “warga minta ke pemilik tambang, sebelum menambang harus koordinasi dulu ke warga, terangnya…
Terutama Penambang yang ikut IUP nya pak Ngaini/Bedon– Sinaga,Bendol,Menggok,Agus gulo,itu semua warga Blitar.
Tidak berselang lama Pemilik tambang Ngaini/Bedon Akhirnya Mau menemui warga, Ngaini menjelaskan , “kemarin belum ada lima belas hari sudah saya beri kopensasi ke warga 400 sak beras, yang dua puluh hari di sumberejo 200 sak.
Saya ini melakukan penggalian pertambangan Lanjut Ngaini, “sudah habis banyak,dan saya ini orangnya enak,. Saya punya Ijin legalitas,seperti IUP, kemarin sore yang namanya Rahman itu Keluar dari pertambangan, Karena sudah koordinasi sama saya bilang Rahman itu mau mengikuti arus saya Tapi kenyataan dia tidak mau,. dan kemarin orang POLDA ngebel-(tlp) pak Rahman suruh keluar karena pak Rahman tidak punya ijin,. (Saya punya Ijin Sah) di singgung Terkaid Ijin,,Ngaini dengan tegas menjawab Galian C ini mulai punya Ijin satu bulan, sebelum saya masuk pertambangan itu di kuasai masyarakat sumbersari dan ijin ini Ijin nya sumberasri nglegok Blitar-bukan Kediri.
Semua penambang itu resah, karena tidak Punya ijin !!! Yang punya Ijin itu saya,kalau mau nambang harus Koordinasi dulu sama saya (Monggo) kerja sama saya…
Bahkan saya juga sudah bangun Masjid habis 250 juta,apa keperluan warga saya juga membantu,jadi copot Copot itu banner Agar truk bisa keluar tegas Ngaini ke warga.
di perjelas sama media ini uang Atensi itu apa pak,” uang pembantu operasional pulisi saya warga Dawung Nglegok Blitar jadi ijin saya ini bukan masuk wilayah sini,masuk wilayah sumberasri jadi orang yang melakukan aksi damai ini bukan orang sini semua,ini orang beli semua-(uwong tukon Kabeh Iki)orang penambang yang ke luar dari saya ,”Rahman” kedua pak jaya itu.
Saya siap duduk kapan saja untuk bermusyawarah dan saya siap apa maunya masyarakat minta nya apa,tegas Ngaini ke media ini.(team)















You must be logged in to post a comment Login