Berita Nasional
BKKBN Jatim Launching Pelayanan Prima Berbasis IT Menuju WBBM
Berita Patroli, Surabaya – Dalam rangka meningkatkan pelayanan di tengah Pandemi Covid-19, Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur berinovasi membuat aplikasi pelayanan publik berbasis IT.
Acara launching dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Prov.Jatim, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., yang biasa dipanggil Bapak Teguh, dengan tanda menekan bel sirene, di ruang Lestari Kantor BKKBN Jatim, Jl. Airlangga 31-32 Surabaya.
Hadir dalam acara, antara lain, Ketua DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Champions di 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang terhubung melalui Live Command Center, serta para undangan lainnya.

Sebelum dibuka acara launching, di dahului dengan kata sambutan dan laporan oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Prov.Jatim Shodiqin, SH., M.M.
Setelah laporan dari sekretaris perwakilan BKKBN Jatim, bapak Teguh sebagai kepala BKKN Jatim menyampaikan bahwa launching aplikasi untuk mempermudah pelayanaan ke masyarakat dalam suasana Pandemi Covid-19.
“Inovasi pelayanan Prima Berbasis IT dilatar belakangi dalam mendukung kebijakan Pemerintah mengenai protokol Covid-19 sesuai dengan Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Nomor: MAK/2/III/2020, tentang Kepatuhan Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) dan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur, Nomor: 443/4146/201.3/2020, tanggal 13 Maret 2020, perihal tentang Peningkatan Kewaspadaan Covid-19. Salah satunya adalah menerapkan jaga jarak fisik atau physical distancing sesuai prosedur protokol pencegahan wabah virus Covid-19,” jelas Kepala BKKBN Jatim.
“Dan juga sesuai dengan arahan Ibu Khofifah Indarparawangsa, Gubernur Jawa Timur bahwa “Semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kemeterian/Lembaga untuk fokus menyiapkan langkah strategis guna penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Jatim. Dampak Covid-19 ini sangat luas pada masyarakat, yang salah satunya berimplikasi pada sosial dan ekonomi masyarakat,” tambah bapak Teguh.
“Menindaklanjuti arahan tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur pada kesempatan pertemuan Forum Koordinasi Kehumasan Program Bangga Kencana ini, sekaligus akan melaunching Aplikasi Layanan Prima Berbasis IT dalam memberikan pelayanan publik menuju Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM), melalui pembuatan dan penggunaan aplikasi, untuk meminimalisir interaksi secara langsung dengan menerapkan jaga jarak fisik atau Physical Distancing, sesuai prosedur protokol pencegahan wabah virus Covid-19,” tambahnya
Aplikasi Layanan Prima BKKBN Jatim yang dilaunching hari ini terdiri dari 4 Aplikasi yakni, Pertama, SIJAKA (Sistem Informasi Jadwal Kegiatan Kepala). Kedua, SIPASA (Sistem Informasi Pengelola Arsip Surat). Ketiga, AWASMEN (Aplikasi Pengawasan dan Dokumen). Dan keempat SURPALA (Survey Kepuasan Pelayanan).
Bapak Teguh juga menguraikan, bahwa, “Saat ini, tenaga lini lapangan Program Banggakencana merupakan salah satu garda terdepan dalam sosialisasi pencegahan Covid-19. Oleh karena nya, kami menghimbau terus melalui media, Penyuluh KB, Kader KB Dilini lapangan, agar cepat tersampaikan kepada seluruh masyarakat, sehingga menerapkan Physical Distancibg nantinya dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.”
“Saatnya Kita Bekerjasama, Bahu Membahu, Tolong Menolong, dan Bergotong Royong Menghadapi Badai Covid-19. Singkirkan Ego Pribadi, Tetap Berikhtiar Dan Berdoa, Insyallah Allah SWT, Tuhan YME Melindungi Kita. Aamiin,” tambah bapak Teguh.
“Mari kita doakan bersama agar virus Covid-19 segera diangkat Allah SWT dari Jawa Timur dan Indonesia. Ojo lali KB, BKKBN Jatim untuk Keluarga Jawa Timur Lebih Sehat. Berencana Itu Keren,” pungkas bapak Teguh.
Di kesempatan yang sama, dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., Ketua DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Menjelaskan, “Tugas Pemerintah dalam penanganan Covid-19 adalah memutus rantai penyebaran. Kita harus memahami itu,” buka Andriyanto dalam sesi sosialisasi penyebaran virus Corona.
“Gejala umumnya, orang terpapar Covid-19 adah suhu badan di atas 37° Celsius. Dan ada yang tidak ada gejala, kita harus pahami itu dulu,” ujarnya.
“Penyebaran salah satunya adalah droplet, yaitu cairan yang keluar dari manusia, contohnya percikan ludah, jadi menggunakan masker itu bagus, jika kita memegang sesuatu yang ada virus Corona, kalau kita langsung cuci tangan tidak akan terpapar virus, itu salah satu pencegahan,” tambahnya.
“Untuk menanggal virus Corona, kita harus konsumsi Vitamin A, dan jangan makan goreng – gorengan. Gunakan masker dan jaga kebersihan diri, dan konsumsi vitamin A, itu penangkal kita terkena virus Covid-19,” pungkasnya.@red















You must be logged in to post a comment Login