Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Hukum dan Kriminal

Libatkan Mafia Solar Subsidi, Korban Desak Kapolres Tulungagung Tangkap Seluruh Pelaku Pengeroyokan di Cafe Maxy dan Ungkap Aktor Mafia Solar

Korban meminta polisi segera mengungkap aktor utama dan menindak seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan di Cafe Maxy. Ketegasan aparat menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Korban meminta polisi segera mengungkap aktor utama dan menindak seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan di Cafe Maxy. Ketegasan aparat menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

BERITA PATROLI – TULUNGAGUNG

Sudah lebih dari sepekan sejak aksi pengeroyokan terhadap seorang jurnalis di Cafe Maxy, Kabupaten Tulungagung. Namun hingga kini, para terduga pelaku, termasuk pihak yang disebut sebagai aktor utama di balik dugaan praktik mafia solar subsidi, masih belum ditahan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terhadap keseriusan penegakan hukum dalam mengusut kasus yang menjadi sorotan masyarakat.

Melalui kuasa hukumnya, Tribisono, SH., MH., korban Adi B mendesak Kapolres Tulungagung agar menunjukkan ketegasan dengan segera menangkap dan menahan seluruh terduga pelaku, termasuk seorang oknum Marinir berinisial R yang disebut berada di lokasi kejadian. Dugaan keterlibatan oknum tersebut juga akan dilaporkan kepada instansi berwenang untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kami mendesak Kapolres Tulungagung segera mengungkap aktor utama di balik dugaan mafia solar subsidi serta menahan seluruh pelaku pengeroyokan. Jangan sampai hukum terkesan tajam ke bawah tetapi tumpul terhadap pihak-pihak yang memiliki kekuatan atau backing,” tegas Tribisono.

Menurutnya, rekaman CCTV yang telah diamankan memperlihatkan sedikitnya lebih dari delapan orang diduga melakukan pemukulan dan penendangan terhadap korban. Apabila alat bukti telah mencukupi, proses hukum dinilai tidak boleh berlarut-larut.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama timnya mengaku menemukan dugaan penyalahgunaan pembelian Bio Solar subsidi di SPBU Bago, Kota Tulungagung. Setelah sempat terjadi ketegangan di lokasi, korban kemudian memenuhi undangan untuk datang ke Cafe Maxy pada dini hari. Sesampainya di lokasi, korban mengaku langsung menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang.

Korban juga mengaku sempat hendak dipaksa masuk ke sebuah kendaraan dan setelah meninggalkan lokasi kembali dihadang di depan Kantor Dinas Perhubungan Tulungagung. Bahkan, menurut pengakuan korban, salah seorang yang diduga pelaku masuk ke mobilnya dan meminta agar perkara tersebut tidak diteruskan ke jalur hukum.

Atas kejadian itu, korban meminta penyidik tidak hanya menuntaskan perkara dugaan pengeroyokan, tetapi juga mengusut dugaan praktik mafia solar subsidi yang disebut menjadi latar belakang peristiwa tersebut.

Sementara itu, salah seorang penyidik Satreskrim Polres Tulungagung menyebut sedikitnya lima orang telah dimintai keterangan dan penyidik masih menunggu petunjuk pimpinan untuk langkah selanjutnya.

Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen Polres Tulungagung dalam menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Masyarakat menanti tindakan nyata aparat penegak hukum, bukan sekadar proses yang berlarut-larut.

Apabila alat bukti telah memenuhi ketentuan hukum, maka langkah tegas terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Tidak boleh ada kesan bahwa hukum berhenti ketika berhadapan dengan pihak yang diduga memiliki pengaruh atau kekuatan tertentu. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, dan setiap dugaan tindak pidana harus diproses secara objektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(Aris, Hadi, Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Hukum dan Kriminal

To Top