Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Hukum dan Kriminal

Kasus Amsal Sitepu Memanas, Pejabat Kejari Karo Diamankan, Publik Curiga Ada Permainan

Kasus Amsal Sitepu tak lagi hanya soal perkara hukum, tapi juga soal kepercayaan publik.Ketika Kejaksaan Agung harus turun langsung dan mengamankan pejabat Kejaksaan Negeri Karo, termasuk Danke Rajagukguk, maka jelas ada yang sedang dipertaruhkan. Publik kini menanti, 'apakah ini akan dibuka terang, atau justru meredup tanpa kejelasan?'

Kasus Amsal Sitepu tak lagi hanya soal perkara hukum, tapi juga soal kepercayaan publik.
Ketika Kejaksaan Agung harus turun langsung dan mengamankan pejabat Kejaksaan Negeri Karo, termasuk Danke Rajagukguk, maka jelas ada yang sedang dipertaruhkan.
Publik kini menanti, ‘apakah ini akan dibuka terang, atau justru meredup tanpa kejelasan?’

BERITA PATROLI – JAKARTA

Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Agung dengan mengamankan sejumlah pejabat Kejaksaan Negeri Karo. Bukan tanpa alasan, tindakan ini memantik dugaan keras, ada yang tidak beres dalam penanganan kasus videografer Amsal Sitepu.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan bahwa Kepala Kejari Karo Danke Rajagukguk, bersama jajaran seperti Kasi Pidsus hingga jaksa penuntut umum, telah diamankan oleh tim intelijen pada Sabtu malam (4/4/2026).

Pengamanan ini bukan langkah biasa. Ketika aparat penegak hukum “diambil” oleh institusinya sendiri, publik berhak curiga, ‘apakah ada dugaan penyimpangan serius dalam penanganan perkara?’

Meski Kejagung berdalih pemeriksaan dilakukan untuk menguji profesionalitas, narasi tersebut dinilai terlalu normatif. Sebab, tindakan pengamanan oleh intelijen pusat biasanya mengindikasikan adanya potensi pelanggaran berat, bukan sekadar evaluasi administratif.

Tekanan terhadap kasus ini juga datang dari DPR RI. Ketua Komisi III, Habiburokhman, secara terbuka mendesak Kejagung melakukan evaluasi menyeluruh dan melaporkan hasilnya dalam waktu satu bulan. Desakan ini menegaskan bahwa polemik kasus Amsal bukan isu kecil.

Yang jadi persoalan, hingga kini belum ada penjelasan terang soal apa sebenarnya yang terjadi dalam penanganan kasus tersebut. Minimnya transparansi justru memperkuat spekulasi liar, ‘apakah ada permainan perkara, tekanan pihak tertentu, atau bahkan dugaan penyalahgunaan kewenangan?’

Jika benar ada pelanggaran, Kejagung tidak cukup hanya berhenti pada sanksi internal. Publik menuntut pembongkaran secara terang benderang, siapa bermain, bagaimana modusnya, dan sejauh mana dampaknya terhadap proses hukum Amsal Sitepu.

Kejagung kini berada di persimpangan, ‘menjaga citra dengan narasi normatif, atau membuka fakta secara jujur meski pahit’. Sebab, satu hal yang pasti, kepercayaan publik tidak bisa dibangun tanpa transparansi.

(Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Hukum dan Kriminal

To Top