Berita Nasional
Paguyuban Cheng Hoo Sepakat, Tertibkan Pedagang Asongan Dan Singkirkan Benalu Berkedok Sumbangan
PASURUAN, BERITA PATROLI – Setelah sekian lama mengalami beratnya ujian pandemi covid, sehingga hampir seluruh pedagang pasar wisata Cheng Hoo Pandaan harus merasakan penurunan pendapatan dan penurunan ekonomi yang amat berat. Namun dengan perjuangan segenap Pemkab Pasuruan dan seluruh masyarakat Pasuruan pada umumnya, akhirnya pandemi covid bisa ditekan dan ekonomi masyarakat dan khususnya ekonomi pedagang Cheng Hoo kembali membaik.
Namun nampaknya ujian berat pasar wisata Cheng Hoo, belum juga berakhir. Pasalnya para pengurus paguyuban dan para pedagang harus kerja keras untuk menyelesaikan isu isu tidak sedap dan harus mengadakan rapat anggota untuk membahas dan bersepakat agar bisa menertibkan para pedagang asongan yang dianggap bisa merugikan pedagang lainya.
Apakah usaha dan tindakan pengurus dan pedagang Cheng Hoo sudah dianggap selesai…? Ternyata masih belum dan masih menyisahkan benalu benalu kecil yang dirasa mengganggu kekompakan dan mengganggu kerja pengurus paguyuban dan pedagang dalam bekerja.
Hal ini disampaikan oleh beberapa orang pengurus paguyuban dan para pedagang kepada beberapa awak media Pasuruan. Jum’at siang 28-01-2022 setelah rapat anggota. Mereka menyampaikan,” Ya kami ini harus bekerja keras tetapi harus sabar dan selalu kompak, karena kami harus menyelesaikan masalah yang satu dan masalah yang lainnya demi kemajuan pasar wisata Cheng Hoo Pandaan.” Sampainya.
“ Hari ini kelar sudah kami bersepakat untuk menertibkan para pedagang asongan, dengan tujuan agar para pengunjung bisa merata datang ke pedagang makanan dan minuman sehingga bisa menguntungkan para pedagang yang selama ini dagangannya kurang laku sama sekali.” Harap mereka semua.
Diselah selah perbincangan setelah rapat anggota, ada beberapa pengurus dan pedagang dengan lantang menambahkan,” Kami semua agak kecewa kepada pihak luar ( penggiat LSM yang tidak disebut namanya / red ) yang semestinya membantu meredam permasalahan, tetapi justru sebaliknya yaitu menimbulkan keresahan ditengah tengah pedagang, yaitu dia secara diam diam mendatangi para pedagang termasuk mendatangi rumah pak Kumis dan lain lain ( penjual nasi goring / red ) untuk mau menanda tangani lembaran kertas yang sudah dipersiapkan dan disuruh menyebarkan kepada pedagang lainnya, ya sudah pasti pak Kumis menolak dan melaporkan kepada kami.” Tambahnya.
“ Bagaimana kami tidak kecewa ya, padahal kami ini tidak pernah menolak permintaannya, diantaranya minta uang, minta buah, minta oleh oleh, ya termasuk sumbangan anak yatim dan lain lain, termasuk uang segini ( menunjukkan sepuluh jari / red ) dengan surat pernyataan dan jaminan kepada kami, tetapi ternyata justru sebaliknya. Padahal surat itu bermaterai ditanda tangani dan disaksikan dua orang pengurus kami.” Tegas beberapa pengurus dan pedagang Cheng Hoo, kepada beberapa awak media Pasuruan. ( muin / endang / tim )
