Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Hukum dan Kriminal

Bareskrim Bongkar Peredaran Ekstasi dan Vape Etomidate di Karaoke VIP, Libatkan Jaringan Narapidana dan Oknum Karyawan

Bareskrim Polri mengungkap peredaran ekstasi dan vape etomidate di B Fashion Hotel dan The Seven yang diduga dikendalikan dari dalam lapas.Jaringan ini melibatkan kurir, oknum pekerja hiburan malam hingga narapidana yang mengatur distribusi narkoba lewat room VIP karaoke.

Bareskrim Polri mengungkap peredaran ekstasi dan vape etomidate di B Fashion Hotel dan The Seven yang diduga dikendalikan dari dalam lapas.
Jaringan ini melibatkan kurir, oknum pekerja hiburan malam hingga narapidana yang mengatur distribusi narkoba lewat room VIP karaoke.

BERITA PATROLI – JAKARTA

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar praktik peredaran narkotika jenis ekstasi dan vape mengandung etomidate di tempat hiburan malam B Fashion Hotel dan The Seven, Jakarta Barat. Jaringan ini disebut berjalan rapi dan tertutup dengan melibatkan narapidana di dalam lapas, kurir lapangan, hingga oknum pekerja hiburan malam.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso mengungkapkan transaksi narkoba dilakukan diam-diam melalui room karaoke VIP dengan akses terbatas hanya untuk tamu tertentu.

“Diketahui bahwa peredaran narkotika jenis ekstasi dan vape mengandung etomidate di B Fashion Hotel dan The Seven dilakukan secara diam-diam oleh beberapa oknum karyawan dan pengunjung,” kata Eko, Jumat (15/5/2026).

Kasus ini terbongkar bermula dari operasi undercover buy yang dilakukan polisi pada 8 Mei 2026. Dalam penyamaran tersebut, petugas berhasil membeli lima butir ekstasi dan lima vape etomidate dari seorang koordinator ladies companion bernama Dania Eka Putri alias Mami Dania.

Dari pemeriksaan, Dania diketahui menjadi penghubung antara tamu dan jaringan pengedar narkoba di lokasi hiburan malam tersebut. Polisi kemudian menelusuri alur distribusi hingga menemukan keterlibatan sejumlah nama lain, mulai dari man companion, pemasok di Kemayoran, hingga jaringan pengedar di Kampung Bahari, Jakarta Utara.

Yang mengejutkan, polisi juga menemukan pengendalian distribusi vape etomidate berasal dari dalam lembaga pemasyarakatan. Salah satu pengunjung berinisial AFH mengaku memesan ekstasi dan vape etomidate sebanyak 14 kali sejak 2025 kepada narapidana Lapas Kelas I Cipinang bernama Irwansyah alias Jeje.

Dari pengembangan kasus, Irwansyah disebut menjadi penghubung dengan napi lain hingga pemasok utama yang berada di Lapas Kelas II Pekanbaru.

Rantai distribusi itu semakin terkuak setelah polisi menangkap seorang kurir bernama Esgianto alias Anto di depan RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan.

Saat ditangkap, ia membawa 100 vape etomidate merek Yakuza yang diduga akan dikirim kepada pemesan atas perintah napi dari dalam lapas.

Tak hanya melibatkan jaringan luar dan dalam penjara, praktik haram tersebut juga disebut memanfaatkan sistem internal tempat hiburan malam. Berdasarkan keterangan resepsionis The Seven, tamu VIP biasanya melakukan pemesanan narkoba sebelum datang ke lokasi.

Setelah pembayaran dilakukan, resepsionis kemudian meminta server untuk mencarikan narkoba sesuai pesanan tamu, mulai dari ekstasi hingga vape etomidate.

Polisi juga menemukan istilah khusus “kode merah” yang diterapkan setelah maraknya operasi aparat. Dalam kondisi itu, hanya tamu VIP tertentu yang tetap bisa memperoleh akses narkoba melalui kapten room.

Bareskrim menilai jaringan ini berjalan terstruktur karena melibatkan banyak peran mulai dari pemasok, penghubung, kurir, hingga oknum pekerja hiburan malam yang menjadi perantara transaksi dengan pengunjung.

Saat ini penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk menelusuri aliran dana dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari bisnis narkotika tersebut.

(Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Hukum dan Kriminal

To Top