JATIM
Nenek 64 di surabaya ketahuan simpan Ganja

terdakwa saat menjalani sidang di PN surabaya
Surabaya, BeritaTKP.com – Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Asfiyatun akan menghabiskan masa tuanya di dalam jeruji besi. Nenek yang disapa akrab dengan sebutan Bu As ini diadili lantaran menyimpan sebuah paket berisikan ganja.
Dijelaskan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yustus One Perlindungan, perbuatan terdakwa bermula pada 8 Januari sekira pukul 00.30 WIB di jalan Wonokusumo Kidul 29-B BLK RT.02 RW.06 Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.
“Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dalam bentuk tanaman beratnya melebihi satu kilogram atau melebihi lima batang pohon,” ujar Jaksa Yustus dalam dakwaannya.
Adapatu perbuatan terdakwa bermula pada satu minggu sebelum terdakwa ditangkap polisi sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa didatangi oleh seorang yang diketahui terdakwa bernama ibunya Priska (DPO) yang mengatakan bahwa ia akan memesan ganja kepada anak terdakwa bernama bernama Mochammad Santoso dan uangnya sudah dibayarkan sebesar Rp.32.500.000. Namun barangnya belum turun, namun Terdakwa menyampaikan tidak mengetahui permasalahan tersebut.
“Selanjutnya tiga hari kemudian sekira pukul 14.00 WIB ibunya Priska (DPO) kembali datang ke rumah Terdakwa menanyakan hal yang sama, selanjutnya ibunya Priska (DPO) memanggil Pi’i (DPO) untuk datang ke rumah Terdakwa, lalu Pi’i (DPO) melalui handphone miliknya menghubungi Mochamad Santoso namun tidak aktif, kemudian menelpon Koplo (DPO).
Lewat telefon, Ibunya Priska mengatakan ke Koplo untuk mengembalikan uangnya karena barang yang dipesan belum turun. Terdakwa juga turut mengatakan hal yang sama karena anak Terdakwa sudah dituduh macam-macam. “Iya bu, barange masih 3 garis dan masih kurang, kalo ada uang 25 Juta lagi saya kirim barangnya”. Kemudian setelah percakapan tersebut IBUNYA PRISKA (DPO) menutup telpon dan pulang.
Kemudian pada 8 Januari 2023, Terdakwa bertemu Pi’i dan diberitau bahwasanya anaknya yang bernama Mochammad Santoso telepon dan mengatakan agar Pi’i diberikan uang Rp 100 ribu untuk imbalan agar ganja cepat dikirim.
Kemudian sekira pukul 00.30 WIB pada saat beristirahat di rumah Terdakwa, ada orang yang mengetuk pintu, kemudian setelah membukanya ada seorang laki-laki yakni Ali (DPO) langsung memasukkan dua kardus besar warna coklat berisi narkotika jenis ganja, dan menyampaikan bahwa barang tersebut adalah milik Mochamad Santoso dan besok mau diambil lagi, kemudian Terdakwa menyetujui dan menerima titipan narkotika jenis ganja tersebut.
Bahwa setelah menersima titipan narkotika jenis ganja tersebut pada hari Minggu tanggal 08 Januari 2023 sekira pukul 00.30 WIB, selanjutnya sekira pukul 11.30 WIB sepulangnya Terdakwa dari Pasar, Terdakwa melihat salah satu kardus warna coklat dalam keadaan terbuka.
Lantas penasaran, terdakwa menanyakan kepada Yuli siapa yang mengambil narkotika jenis ganja dari dalam kardus tersebut sehingga kardusnya terbuka. Yuli menjawab, yang mengambilnya ialah Ali (DPO). Terdakwa kemudian menanyakan kembali, mengapa tidak diambil seluruhnya, dan dijawab oleh Yuli nanti malam akan diambil semuanya.
“Selanjutnya Terdakwa memindahkan dua buah kardus warna coklat yang berisi narkotika jenis ganja tersebut dari rumah tempat tinggal Terdakwa ke rumah satunya yang berada tidak jauh dari tempat tinggal Terdakwa, lalu Terdakwa kunci. Adapun tujuan Terdakwa menyimpan dua buah kardus warna coklat yang berisi narkotika jenis ganja di rumah Terdakwa yang tidak ditempati untuk tempat tinggal ialah agar tidak diketahui oleh orang lain,” tambahnya.
Namun aktifitas yang dilakukan terdakwa ini berhasil diendus oleh petugas kepolisian. Seketika itu, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap nenek berusia 64 tahun tersebut. (RED)
