Berita Nasional
Wakapolri Dedi Prasetyo Turun Tangan Awasi Seleksi Ketat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Semarang

Wakapolri memastikan proses berjalan objektif dan tanpa intervensi. Dari ratusan peserta, hanya yang benar-benar unggul yang akan lolos.
BERITA PATROLI – SEMARANG
Proses seleksi masuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara berlangsung ketat dan penuh pengawasan. Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Dedi Prasetyo turun langsung mengecek jalannya tes pusat di Gedung Paramartha, Kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, Senin (30/3/2026).
Sebanyak 400 peserta terbaik dari 28 provinsi mengikuti ujian akademik dengan materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan matematika. Suasana ujian berlangsung hening dan disiplin tinggi, tanpa toleransi terhadap gangguan sekecil apa pun demi menjaga fokus para peserta.
Kedatangan Wakapolri disambut jajaran panitia, di antaranya Chief Education Officer Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia Dewi Amri, Karodalpers SSDM Polri Erthel Stephan, serta Karowatpers SSDM Polri Budhi Herdi Susianto.
Memasuki ruang ujian, Komjen Dedi langsung memantau dari podium dan berdiskusi dengan panitia. Ia kemudian berkeliling, memperhatikan secara detail peserta yang masih mengerjakan soal. Langkah ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memastikan seleksi berjalan objektif, transparan, dan bebas dari intervensi.
Sejumlah pejabat tinggi Polri turut mendampingi, di antaranya Chryshnanda Dwilaksana, Kakorsabhara Baharkam Polri Mulia Hasudungan Ritonga, Gubernur Akpol Daniel Tahi Monang Silitonga, Susilo Teguh Raharjo, Umar Effendi, serta Barito Mulyo Ratmono.
Seleksi ini menjadi ajang penyaringan ketat. Dari 400 peserta, hanya sekitar 180 siswa yang akan diterima sebagai angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari SMP negeri (44 persen), swasta kurikulum nasional (42,5 persen), hingga sekolah berkurikulum internasional (13,5 persen). Sementara dari sisi gender, peserta terdiri dari 251 laki-laki (62,75 persen) dan 149 perempuan (37,25 persen).
Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.
Tak hanya tes akademik, para peserta juga harus melewati rangkaian seleksi lanjutan yang tak kalah berat, mulai dari IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan (rikkes), tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian (PMK), uji kesamaptaan jasmani, Leaderless Group Discussion (LGD), hingga wawancara orang tua dan siswa.
Dengan pengawasan langsung dari pimpinan Polri, seleksi ini menjadi penentu lahirnya calon-calon generasi unggul yang dipersiapkan menjadi kader bangsa berintegritas dan berdaya saing tinggi.
(Tomy)















You must be logged in to post a comment Login