Hukum dan Kriminal
Tomas-Toga Desak APH Usut Tuntas Laka Lantas Kurir Miras, Puluhan Botol Diduga Milik Toko Anugrah “Raib” dari TKP

Kecelakaan di Kepatihan bukan sekadar insiden lalu lintas biasa. Sepeda motor kurir miras hancur, puluhan botol disebut pecah di lokasi, namun saat aparat datang, barang bukti justru “lenyap” tanpa sisa. Kanit Gakkum menyatakan BB nihil, tetapi fakta di lapangan versi warga berbicara lain.
BERITA PATROLI – TULUNGAGUNG
Viral di media sosial, seorang kurir minuman keras (miras) mengalami kecelakaan lalu lintas di simpang empat Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Minggu (26/4/2026).
Anehnya, saat polisi melakukan olah TKP, Unit Laka Polres Tulungagung justru tidak menemukan satu pun barang bukti miras, bahkan pecahan botol pun nihil. Fakta ini memicu tanda tanya besar di tengah publik.
“Yang jelas saat petugas datang, BB nihil, begitupun pecahan botol. Kami tanyakan saksi, memang ada kecelakaan, tapi barang yang dibawa belum ada kejelasan A1,” tegas Kanit Gakkum Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, Senin (27/4/2026).
Dalam kronologi kejadian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, melibatkan Scoopy AG 6343 RDM yang dikendarai DA (31) warga Kedungwaru dan CB 150R AG 5514 REM yang dikendarai H (27) warga Bago.
Scoopy keluar dari gang hendak menyeberang, sementara kendaraan dari arah selatan melaju dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan tak terhindarkan. Akibatnya, DA mengalami benturan di kepala dan sempat menjalani perawatan di RSUD dr Iskak.
Meski kecelakaan disebut selesai secara kekeluargaan, isu utama justru bergeser pada dugaan muatan miras yang dibawa korban. Hasil investigasi menyebutkan, korban diduga kuat merupakan kurir dari Toko Anugrah.
Lebih mengejutkan, puluhan botol miras yang diduga dibawa saat kejadian disebut hancur di lokasi. Namun hingga polisi datang, seluruh barang bukti tersebut justru “menghilang” tanpa jejak.
Tokoh agama dan masyarakat pun angkat suara keras. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH) tidak tutup mata dan berani mengusut siapa pemilik miras tersebut.
“Kami mendesak APH ungkap siapa pemilik miras itu. Kalau ada indikasi pidana, harus diproses hukum,” tegas Gus Her, tokoh agama di Tulungagung.
Investigasi lanjutan juga mengarah pada dugaan bahwa kurir tersebut merupakan karyawan Toko Anugrah. Bahkan, muncul dugaan kuat kecelakaan terjadi akibat pengaruh alkohol yang dikonsumsi kurir sebelum berkendara.
Toko Anugrah sendiri disebut sebagai pemain besar dalam distribusi miras di Tulungagung. Menyediakan berbagai jenis minuman, dari bir, anggur hingga minuman impor, jaringan toko ini dikabarkan tersebar di beberapa titik seperti Ngunut, Campurdarat, Bandung, hingga Kota Tulungagung.
Dengan sistem COD door to door, tiap kurir disebut mampu meraup omzet Rp6–8 juta per hari. Secara keseluruhan, jaringan ini diduga menguasai hingga 80 persen pasar miras di wilayah hiburan malam Tulungagung dan sekitarnya.
Kuatnya operasi bisnis ini juga disinyalir tidak berdiri sendiri. Beredar informasi adanya aliran “atensi” jutaan rupiah per bulan ke sejumlah oknum Satresnarkoba, ormas dan media.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, salah satu admin Toko Anugrah hanya menyatakan bahwa urusan “atensi media” bisa dibicarakan langsung di toko.
Hingga berita ini diturunkan, Kasat Narkoba Polres Tulungagung AKP Dian Anang Nugroho belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kepemilikan dan distribusi miras tersebut.
Kasus ini tak bisa lagi dipandang sebagai sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Hilangnya barang bukti hingga dugaan aliran “atensi” ke oknum tertentu justru membuka pertanyaan besar tentang ada tidaknya pembiaran, bahkan kemungkinan permainan di balik peristiwa ini.
Publik menuntut transparansi dan keberanian aparat untuk membuka seluruh fakta, termasuk mengungkap ke mana hilangnya barang bukti di TKP. Jika aparat gagal bertindak tegas, maka bukan hanya kasus ini yang mencederai rasa keadilan, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap hukum yang semakin dipertaruhkan.
(Aris, Hadi, Yuli)














You must be logged in to post a comment Login