Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Hukum dan Kriminal

Sindikat “Kuras” BBM Subsidi di Probolinggo Dibongkar, 8 Tersangka Diamankan

Jeriken berisi sekitar 1.575 liter Pertalite diamankan sebagai barang bukti. BBM tersebut diduga hasil “kuras” dari berbagai SPBU menggunakan modus barcode untuk mengakali pembatasan pembelian.

Jeriken berisi sekitar 1.575 liter Pertalite diamankan sebagai barang bukti. BBM tersebut diduga hasil “kuras” dari berbagai SPBU menggunakan modus barcode untuk mengakali pembatasan pembelian.

BERITA PATROLI – PROBOLINGGO

Praktik kotor penyelewengan BBM subsidi jenis Pertalite di Kabupaten Probolinggo akhirnya terkuak. Selama hampir tiga tahun, sindikat ini diduga leluasa “menguras” jatah subsidi negara dengan modus rapi dan berpindah-pindah lokasi.

Delapan orang tersangka kini diamankan polisi. Mereka diduga menjadi bagian dari jaringan terorganisir yang menjalankan aksi secara sistematis.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengungkapkan, kasus ini terbongkar setelah polisi mengembangkan sejumlah laporan dari lokasi berbeda. Aktivitas para pelaku terdeteksi di beberapa titik, mulai dari Jalan Raya Paiton, Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton; rumah kosong di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan; pinggir jalan Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran; hingga jalur Probolinggo–Situbondo di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending.

“TKP tersebar di beberapa lokasi. Ini menunjukkan aktivitas mereka terorganisir, masif, dan berpindah-pindah untuk menghindari pantauan,” tegasnya saat rilis di Mapolres Probolinggo, Jumat (24/4/2026).

Delapan tersangka berinisial YP, J, NH, JM, AH, LF, ANF, dan BF. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan seperti Pakuniran, Kotaanyar, Banyuanyar, hingga Paiton.

Modus yang digunakan tergolong licin. Para pelaku membeli Pertalite di SPBU dengan memanfaatkan banyak barcode berbeda. BBM yang dibeli kemudian disedot dari tangki kendaraan ke dalam jeriken menggunakan selang atau pompa elektrik.

Setelah itu, mereka kembali berkeliling ke SPBU lain dan mengulang pola yang sama. Cara ini membuat mereka mampu mengakali pembatasan pembelian dan mengumpulkan BBM dalam jumlah besar tanpa mudah terdeteksi.

“Dengan cara itu, mereka bisa menimbun ratusan liter Pertalite,” jelas Kapolres.

Dari pengungkapan ini, polisi menyita 45 jeriken berisi sekitar 1.575 liter Pertalite, 25 jeriken kosong, 20 barcode BBM, dua pelat nomor kendaraan, 46 stiker pelat nomor, satu pompa elektrik, lima selang plastik, serta tujuh unit mobil yang digunakan untuk operasional.

BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru dijadikan ladang bisnis ilegal. Para pelaku menjual kembali Pertalite tersebut dengan harga lebih tinggi, bahkan menyasar masyarakat umum hingga petani.

“Subsidi negara diputar untuk keuntungan pribadi. Ini jelas merugikan masyarakat,” tegasnya.

Meski praktik ini berlangsung cukup lama, polisi mengaku belum menemukan keterlibatan langsung petugas SPBU. Barcode yang digunakan para pelaku juga terverifikasi asli. Namun, penyelidikan masih terus dikembangkan.

“Kami masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain. Kasus ini tidak berhenti di sini,” tandasnya.

Terbongkarnya kasus ini menjadi peringatan serius soal lemahnya pengawasan distribusi BBM subsidi. Selama bertahun-tahun, praktik ilegal ini berjalan nyaris tanpa hambatan, menyisakan pertanyaan besar, ‘berapa banyak kasus serupa yang belum terungkap?’

(Tomy, Dodon, Ayon)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Hukum dan Kriminal

To Top