Hukum dan Kriminal
Gegara Gadai Jam Tangan, Seorang Pria Nekat Bakar Kios Es Teh

Kebakaran kios es teh merembat ke 3 warung lain dan 1 rumah
Mojokerto – Berita Patroli – Deni Ika Permana (28) nekat membakar kios es teh di Prajurit Kulon Gang 4, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Selain menyebabkan dirinya mengalami luka bakar 35 persen, ulahnya itu membuat 3 warung dan 1 rumah terbakar. Apa motifnya?
Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M Sulkan mengatakan aksi pembakaran dilakukan Deni karena sakit hati dengan adik ipar pemilik kios es teh berinisial DN alias Wowo. Karena jam tangan yang ia gadaikan jadi bahan ejekan oleh Wowo.
“Pelaku menggadaikan jam tangan kepada DN. Cuma dicacat (jadi bahan ejekan) oleh DN, jamnya jelek, untuk apa digadaikan, buang saja ke sungai. Sehingga pelaku tersinggung,” kata Sulkan kepada wartawan, Selasa (15/8/2023).
Deni lantas mencari Wowo di kios es teh milik kakak iparnya, Dian (50) sekitar pukul 14.00 WIB. Karena Wowo biasa nongkrong di kios yang terletak di bagian depan Prajurit Kulon Gang 4 tersebut.
Ketika itu, Deni tidak berhasil menemukan Wowo. Ia lantas menyiramkan 2 botol Pertalite ke dalam kios tersebut. Kemudian menyulutnya dengan korek api. Seketika api membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Bangunan yang terbakar meliputi kios es teh milik Dian, warung nasi goreng, serta warung nasi. Kebakaran juga menjalar ke rumah yang dihuni Barni (25). Karena posisi rumah persis di belakang ketiga warung.
“Kerugian total Rp 55 juta. Warung nasi goreng Rp 8 juta, warung es teh Rp 20 juta, rumah Rp 25 juta. Warung sate itu kan hanya terbakar sedikit,” jelas Sulkan.
Aksi pembakaran bak bumerang bagi Deni. Warga Prajurit Kulon Gang 1 itu tersambar api ketika membakar kios es teh. Saat ini, pelaku menjalani perawatan di IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto karena menderita luka bakar 35 persen.
“Luka bakar di tangan, kaki dan paha, luka bakar 35 persen,” ungkap Sulkan.
Polisi masih menyelidiki kasus pembakaran ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Namun, hingga kini DN belum diketahui keberadaannya. Sedangkan Deni masih dirawat intensif di rumah sakit.
“Kami berupaya ungkap motif kasus ini. Sementara kami periksa saksi-saki dan koordinasi dengan polres,” tandas Sulkan. (Red)
