Berita Nasional
Bupati Irsyad Diharap Turun Tangan, Rentenir Rejoso Lor Kuasai Sawah Dan Rumah Warga Bertahun Tahun
Berita Patroli Pasuruan – MENCEKIK DAN MEMERAS. Adalah praktek pinjaman uang dengan system bunga-berbunga yang kerap disebut rentenir atau lintah darat ternyata masih marak dan cenderung tidak bisa berhenti ditengah tengah masyarakat kelas bawah.
Dan kondisi ekonomi yang lemah itulah dimanfaatkan oleh sekelompok orang bermodal untuk mencari keuntungan secara brutal dengan meminjamkan uangnya kepada orang yang membutuhkan dengan nilai bunga yang berlipat lipat dan bahkan pelakunya tega untuk mengancam serta menguasai hak milik pemimjam dengan cara memeras yang jelas jelas melawan hukum.
Diindikasikan bahwa pada prakteknya, Rentenir dalam menjalankan kegiatan usahanya mendapatkan penghasilan bunga dari para Peminjam atas perjanjian hutang piutang yang dilakukan. Masalahnya, diduga beban PPh (Pajak Penghasilan) atas bunga tersebut tidaklah disetorkan ke kas Negara, tetapi digunakan untuk kegiatan lain seperti modal kerja usaha Rentenir atau diakumulasikan menjadi pokok pinjaman baru (convert loan to equity).
Tentu, peristiwa demikian sudah masuk ranah pidana perpajakan. Jika memang terjadi demikian, bisa juga dikenakan sanksi pidana dari tindak pidana pencucian uang atau money laundering.
Adalah M.Yahya, 41 tahun dan Yaumun, 55 tahun, seorang anak dan ibu kandungnya warga desa Rejoso Lor kecamatan Rejoso Kab Pasuruan, yang saat ini sudah pindah dan menetap sebagai warga Kotabaru Kalimantan Selatan. Kedua warga Rejoso Lor tersebut sengaja pindah dan menetap di Kalimantan lantaran tidak kuat menerima tekanan untuk melunasi utang di bank dan utang pada rentenir dikampungnya.
Dikabarkan bahwa M. Yahya memiliki sejumlah utang di bank Danamon Ngopak Pasuruan dan Yaumun juga memiliki utang pada seorang rentenir bernama Laila Nisvi warga Palembon RT 001 RW 001 desa Rejoso Lor Kec Rejoso. Karena sulit untuk melunasi hingga pada akhirnya pihak bank Danamon bekerja sama dengan Laila Nisvi untuk menyelesaikan pelunasan utang keduanya yang disaksikan oleh M.Aqib selaku kepala desa Rejoso Lor, kholik perangkat desa, Yukhana anak dari Yaumun.
Kejadian penyerahan jaminan berupa 2 AJB tanah atas nama keduanya tersebut kepada Laila Nisvi dengan tidak dihadiri oleh M.Yahya dan Yaumun lantaran keduanya sudah menetap di Kalimantan.
Hal ini dikatakan oleh Humaidi alias Robert selaku kades Rejoso Lor kepada berita Patroli,” Ya pernah datang kepada saya ibu Yaumun dan meminta bantuan agar saya membantu menyelesaikan utang piutang dengan bu Laila Nisvi, dimana Yaumun punya utang sebesar kurang lebih 27 juta dan M.Yahya anaknya Yaumun punya utang juga kepada Laila sebesar kurang lebih 25 juta.
Saya panggil semua pihak kekantor desa untuk menyelesaikan secara musyawarah, tetapi Laila tidak datang dan justru malah melapor ke Polsek Rejoso dan tidak tahu apa maksudnya kok datang ke kantor polisi.” Kata kades Robert.
“ Sebagai Kades saya merasa beban bila ada masalah antar warga, sehingga diam diam saya panggil bu Yaumun agar bersedia mengembalikan utangnya total 52 juta menjadi antara 100 sampai 150 juta karena utangnya sudah berjalan lama.
Diwaktu berbeda saya panggil Laila kerumah dan membicarakan maksud dari Yaumun, namun betapa kagetnya saya ternyata Laila menolak dan meminta uangnya dikembalikan sebesar 600 juta, waduuuuh ini jelas rentenir dan sangat memberatkan.” Tambahnya.
Lanjut Robert, bahwa setelah saya mengetahui dan membaca bukti surat yang dibawah Laila, maka saya berani menyimpulkan sementara bahwa surat itu dibuat dan disaksikan oleh pak inggih ( kades ) yang lama dan surat itu jelas tidak ada kalimat berganti hak milik atau tidak ada kalimat berpindah tangan atau penguasaan lahan rumah dan sawah kepada Laila. Oleh karena sampai saat ini sesuai data dibuku desa saya meyakini bahwa pemilik tanah dan sawah tersebut masih milik M. Yahya dan Yaumun. Tegas Robert.
Dalam waktu berbeda berita Patroli berusaha menemuhi dan mengkonfirmasi Laila Nisvi perihal permasalahan tersebut, namun selama 3 kali awak media mendatangi rumahnya dan selama 3 kali pula tidak bertemu Laila Nisvi karena rumahnya tertutup dan kosong. (muin/hudi/endang/yani/tim )
