Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

JATIM

KLHK Ancam Tindak Tegas Pengusaha Tahu Tropodo yang Bakar Limbah Plastik

Deputi Penegakan Hukum KLHK Irjen Pol Rizal Irawan (kanan), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (tengah) dan Bupati Sidoarjo Subandi

Deputi Penegakan Hukum KLHK Irjen Pol Rizal Irawan (kanan), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (tengah) dan Bupati Sidoarjo Subandi

Berita Patroli – Sidoarjo 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan akan mengambil langkah hukum tegas terhadap pengusaha tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, yang masih membakar limbah plastik sebagai bahan bakar produksi.

Deputi Penegakan Hukum KLHK, Irjen Pol Rizal Irawan, menyebut pembinaan melalui surat edaran dan peringatan telah dilakukan sebelumnya. Namun karena tidak diindahkan, KLHK akan turun langsung menegakkan hukum di lapangan.

“Kualitas udara di sekitar pabrik sudah masuk kategori tidak sehat,” kata Rizal dalam keterangan pers, Sabtu (14/6/2025) sore.

Ia menambahkan bahwa kadar partikulat dan karbon monoksida di udara telah melewati ambang batas aman, yang membahayakan kesehatan warga sekitar. Risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga kanker kulit mengancam masyarakat jika pencemaran terus dibiarkan.

“Mulai hari ini, kami terapkan Pasal 98 Undang-Undang Lingkungan Hidup. Ini bukan lagi kelalaian, tapi kesengajaan mencemari lingkungan,” tegasnya.

KLHK juga akan memburu para pemasok limbah plastik yang tetap menyuplai sampah ke industri tahu tersebut. Rizal mengapresiasi Polresta Sidoarjo atas komitmennya dalam membantu penegakan hukum dan menyatakan bahwa penutupan operasional pabrik-pabrik yang melanggar tinggal menunggu waktu.

“Kami berharap para pemilik pabrik bisa saling mengingatkan dan menjaga komitmen bersama. Jika masih ditemukan pelanggaran, proses hukum akan langsung dijalankan,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir dalam pertemuan itu menegaskan pelarangan penggunaan limbah plastik sebagai bahan bakar. Ia membawa solusi konkret berupa rencana pembangunan jaringan pipa gas ke kawasan pabrik tahu.

“Kami tengah berusaha merancang jalur distribusi gas agar para pelaku usaha bisa beralih ke energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujar Emil.

Ia memastikan pemerintah provinsi akan terus mengawal proses penertiban dan transformasi energi ini hingga tuntas.

“Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Pembenahan harus terus dikawal agar pelanggaran serupa tidak terjadi lagi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi, juga menyatakan dukungan penuh terhadap transisi energi yang akan dilakukan pelaku usaha. Menurutnya, pemerintah daerah siap memberikan subsidi biaya pemasangan jaringan pipa gas bagi pelaku industri tahu di Desa Tropodo.

“Kami paham kondisi UMKM. Karena itu, kami bantu biaya pemasangan agar operasional tetap berjalan, tapi dengan energi yang aman bagi lingkungan,” pungkasnya. (Arinta, Saiful, Tomy, Solihin) 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in JATIM

To Top