JATIM
Video Viral Seret Nama Dandim Kediri, LSM RATU Desak APH Ungkap Aktor Penyebar Dugaan Fitnah Fee KDKMP

Foto potongan video viral di TikTok dan Facebook soal dugaan bagi-bagi fee proyek KDKMP di Kediri.
LSM RATU menilai video yang menampilkan oknum berseragam TNI dan ASN/PNS itu berpotensi menjadi fitnah serius karena menyeret nama Dandim Kediri. Mereka meminta Polres Kediri bergerak cepat mengungkap siapa pembuat video, siapa penyebarnya, dan apa motif sebenarnya di balik kegaduhan yang kini jadi perhatian publik.
BERITA PATROLI – KEDIRI
Netizen dihebohkan dengan beredarnya video viral yang menyeret nama Komandan Kodim 0809/Kediri dalam dugaan praktik bagi-bagi fee proyek KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih). Video yang beredar di TikTok dan Facebook itu kini memantik kemarahan publik, termasuk dari LSM RATU (Rakyat Muda Bersatu) yang mendesak aparat bergerak cepat membongkar dalang penyebarnya.
Dalam video tersebut tampak percakapan antara dua orang yang mengenakan atribut menyerupai seragam TNI dan ASN/PNS. Narasi di dalamnya menyebut adanya aliran dana hingga puluhan juta rupiah terkait proyek KDKMP dan mencatut nama Dandim Kediri.
Ketua LSM RATU, Saiful Iskak, menilai video tersebut sangat berbahaya karena berpotensi menjadi fitnah serius yang menyerang nama baik institusi TNI dan Pemerintah Kabupaten Kediri. Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Kediri, tidak tinggal diam.
“Ini bukan persoalan sepele. Nama Kediri dibawa-bawa, institusi TNI dicatut, bahkan ada tuduhan pembagian fee proyek sampai menyebut nominal Rp60 juta. Kalau benar harus dibuka terang benderang, kalau fitnah pelakunya harus disikat,” tegas Saiful.
Menurutnya, video itu berpotensi memecah kepercayaan masyarakat terhadap aparat dan pemerintah jika tidak segera diusut tuntas. LSM RATU juga menilai penyebaran video tersebut diduga sengaja dimainkan untuk membentuk opini liar di tengah masyarakat.
“Jangan sampai media sosial dijadikan alat membunuh karakter seseorang atau institusi. APH harus segera telusuri siapa pembuat video, siapa yang menyebarkan, dan apa motifnya,” tambahnya.
Di tengah ramainya sorotan publik, Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah akhirnya buka suara. Dalam konferensi pers resmi di Makodim 0809/Kediri, Minggu (17/5/2026), Dandim dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang beredar dalam video viral tersebut.
“Saya nyatakan video itu tidak benar. Tidak ada jual beli titik KDKMP, tidak ada penerimaan fee seperti yang dituduhkan,” tegasnya di hadapan awak media.
Perwira menengah TNI AD itu juga memastikan dirinya tidak pernah memiliki hubungan ataupun komunikasi dengan oknum ASN perempuan yang muncul dalam video tersebut.
“Selama lima bulan saya menjabat di Kediri, saya tidak pernah berhubungan dengan yang bersangkutan, apalagi menerima fee dari program itu,” ujarnya.
Kini publik menanti langkah tegas aparat untuk mengungkap fakta di balik video viral tersebut. Jika terbukti sebagai fitnah dan pencemaran nama baik, pelaku terancam berhadapan dengan hukum atas penyebaran informasi bohong yang memicu kegaduhan publik.
(Nyoto, Yuli)















You must be logged in to post a comment Login