Berita Nasional
Oknum Dokter Belum Lulus Sekolah Specialis, Tangani Pasien Tanpa pengawasan bisa dipidanakan dan digugat secara hukum
Surabaya berita PATROLI
Menindaklanjuti pemberitaan yang termuat diberita patroli.co.id terkait penanganan Oknum dokter RS Milik Pemerintah ,atau yang disebut RS Dr Soetomo, wartawan berita PATROLI meminta tanggapan secara hukum ,” Menurut hukum nya itu tidak dapat dibenarkan apapun alasannya,karena oknum dokter tersebut belum mempunyai ijin praktek,secara kapabel,kan baru calon dokter Specialis,bukan dokter Specialis,sama dengan Advokat,sebagaimana diatur dalam UU No 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, sudah pernah ikut pendidikan profesi,pernah magang dan pernah melaksanakan sumpah diPengadilan Tinggi, maka seorang advokat diperbolehkan mengikuti sebuah proses persidangan, ada pijakan serta landasan hukumnya,karena negara ini adalah negara hukum,bukan negara barbar, terkait permasalahan diatas ,dokter tersebut masuk kegiatan mal praktek dibidang kesehatan,ini oknumnya harus ditindak tegas ,biar kedepannya menjadi pembelajaran, bukan se enak jidat nya saja mendiagnosa pasien tanpa ada nya rujukan ilmu eksak yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukumnya, mal praktek itu setiap sikap tindak yang salah,kekuranga ketrampilan dalam ukuran tingkat yang tidak wajar, ini adalah kegagalan dalam pelayanan yang tidak profesional,asas kehati hatian akan kewajiban hukum, diatur jelas dalam UU No 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 45, apabila dokter yang belum Specialis di ijin menangani pasien dan tidak sebanding dengan ke ilmuannya sehingga menyebabkan matinya pasien bisa dipidanakan ,” Ujar Didi Sungkono.S.H.,M.H., Pengamat hukum asal Surabaya, lebih jauh Didi Sungkono menambahkan,” Ada UU No 08 Tahun 1999 Tentang perlindungan konsumen ,diatur dalam Pasal 19 ayat 1 , Pelaku usaha wajib bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan ,atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang atau jasa yang dihasilkan,pelayanan Rumah sakit adalah service ini atur lengkap dalam UU No 44 Tahun 2009 ,rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan,menyelenggarakan pelayanan kesehatan,dan untuk tenaga medisnya diatur dalam UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan,bisa dilaporkan itu secara pidananya atau digugat PMHnya ( perbuatan melawan hukumnya ) perlu pembaca ketahui kejadian ini terjadi di RS dokter Soetomo atau yang banyak dikenal masyarakat bernama Rumah Sakit karang Menjangan milik Pemprop Jawa Timur adalah rumah sakit terbesar diwilayahtimur Indonesia,

Gedung megah RS Dr Soetomo yang dibangun oleh pemerintah berasal dari pembayaran pajak pajak masyarakat,tapi disaat memasuki RS terbesar wilayah Indonesia timur ini,bukan nada ramah dan santun yang didapat oleh pasien dan pengguna jasa RS Dr Soetomo,para perawat berwajah datar,kaku,asal bicara,tidak responsif,berbanding 180 derajat , dari direktur RS Dr Soetomo ,Dr Joni yang selalu Responsif, dalam pelayanan, semoga kedepannya RS plat merah ini menjadi lebih baik dalam melayani Pasien
namun pelayanan rumah sakit ini banyak dikeluhkan oleh pasien,” Istri saya ini awalnya dirawat di RS Bhayangkara Kabupaten Tulungagung Jawa Timur,keluhannya batuk dan sesak nafas,dua tahun lalu memang pernah mengidap tumor jinak hingga dilakukan pengangkatan payudara, ( operasi ) biar Tumor nya tidak menyebar,saat dirawat diRS Bhayangkara Tulungagung selama 1 Minggu,disana ditangani oleh Dokter Specialis penyakit Paru , Dokter Tita, dikasih obat, dan selama 1 Minggu dirawat akhirnya disuruh pulang ,sampai dirumah, malah tidak semakin baik,baru sekitar 3 hari, sesak nafas,batuk,dada nyeri sampai punggung,malah istri saya tidak bisa jalan lagi,duduk juga tidak bisa,akhirnya dibawa ke RS Putera Waspada Tulungagung,selama dua Minggu ditangani oleh Dokter Bambang Specialis Paru,menurut diagnosa dokter Bambang , diduga mengidap TBC ,akhirnya dimasukkan ke ruang isolasi selama 2 Minggu, selama dua Minggu tidak ada perkembangan yang signifikan,dikasih obat TBC,melalui infus,akhirnya dilakukan CT SCAN,setelah hasil CT SCAN keluar, di diagnosa Tumornya sudah menjalar ke paru paru sebelah kiri,itulah yang menyebabkan rasa nyeri dan tidak bisa bergerak,malam itu juga Dokter Bambang membuat surat rujukan ke RS Dr Soetomo Surabaya,dari sinilah petaka ini terjadi ,mulai dari perawatnya yang berperilaku sinis,tidak bersahabat,dan anehnya lagi,istri saya ini tidak ditangani secara maksimal,terkesan ada pembiaran,dan penelantaran,hasil rujukan,Ronghsen dan CT SCAN ,dari RS awal seakan diabaikan,ini mau diRonghsen ulang,mau diCT SCAN ulang,yang tentunya biayanya tidak murah,1 Minggu dirawat diRS Bhayangkara Tulungagung habis biaya sekitar 7 juta,2 Minggu dirawat diRS Putera Waspada Tulungagung habis biaya 30jutaan,harapan saya sebagai suami agar istri mendapatkan perawatan yang maksimal ,

Pasien yang bernama Imro atus asal kabupaten Tulungagung ,Jawa Timur ,Pasien yang sekarang kondisinya sangat lemah,tidak kuat menahan sakit,karena ditangani oleh dokter yang belum lulus sekolah Specialis,bukan kesembuhan yang didapat malah semakin lemah,karena kurang profesionalnya perlakuan oknum dokter dan perawatnya,jawabannya selalu ketus,tidak sopan,
Kini pasien tersebut sudah dirawat dengan baik,ditangani oleh dokter Ana,dan dokter Tyas ngikut dibelakang dokter Ana, semoga kedepannya bukan hanya sekedar Lips Service atau sekedar pemanis bibir saja
diRS yang terbesar diJawa Timur ini,namun pupus sudah,karena yang menangani istri saya ini malah dokter yang belum lulus sekolah Specialis Paru,yaitu Dokter Tyas,ketika saya tanyakan ke perawat jaga yang bernama IMAH ,bukan jawaban yang santun ,tapi sangat ketus,disini tidak ada dokter Specialis,adanya dokter yang sekolah Specialis karena ini rumah sakit pendidikan,kata perawat yang bernama IMAH,hari Senin malam tanggal 26/09/2022, ” Urai pak Solikan memelas, secara terpisah direktur rumah sakit Dr Soetomo ,Dr Joni saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan ,”

Setelah diberitakan oleh wartawan berita PATROLI pada tanggal 26/09/2022, Managemen sangat responsif,tadi malam langsung turun keruangan menemui dokter jaga ,untuk meminta keterangan dan menjelaskan ke Pasien atau keluarga Pasien ( Managemen yang memakai jilbab )
Itu tidak benar dan sangat tidak diperbolehkan, malam ini managemen jaga saya minta ke ruangan Palem untuk cek dan edukasi, di RS Dr Soetomo setiap hari team managemen, ( eselon 3 dan eselon 4 ) serta sub koordinator, yang jaga setelah jam kantor sampai pagi, menangani bila ada masalah atau keluhan pasien ,dan keluarga pasien, kita ini sudah terakreditasi sebagai RS pendidikan Utama UNAIR, dalam perawatan pasien mengikut sertakan anak didik, ( tugas RS pendidikan, untuk mendidik calon dokter Specialis ) mereka calon dokter Specialis ada tingkatannya dan disupervisi oleh dokter specialis, sebagai DPJPnya ( penanggung jawab ) ini masukan yang berarti bagi kami, bahwa edukasi dan penjelasan pada pasien dan keluarga nya perlu ditingkatkan agar semua paham,” Urai Dokter Joni, apapun yang dikatakan direktur rumahsakit Dr Soetomo dijadikan pijakan oleh para Pasien,tapi banyak fakta di lapangan yang tidak sesuai

Direktur RS Dr Soetomo, Surabaya Jawa Timur, Dokter Joni wahyuhadi,dr.Sp.BS.(K )
intinya masyarakat berharap segera ditindaklanjuti,karena rumah sakit ini adalah milih pemerintah propinsi Jawa timur,pelayanan yang baik harus diutamakan. Direktur RS Dr Soetomo,Dr Joni dikenal sebagai dokter yang baik,santun dan ramah,itu hanya oknum perawat yang bersikap sinis,ketus dan tidak sopan,ini yang perlu dibenahi,biar kedepannya semakin baik. ( Arinta/ Saiful/Solikin/Tommi )
