Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

Banjir Terparah Satu Dekade di Bali, Dua Warga Tewas dan Ratusan Dievakuasi

Tidak hanya permukiman dan pasar, banjir besar di Bali juga merendam area pura. Fenomena ini disebut sebagai yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir.

Tidak hanya permukiman dan pasar, banjir besar di Bali juga merendam area pura. Fenomena ini disebut sebagai yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir.

Berita Patroli – Denpasar

Pulau Bali diguyur hujan lebat sejak Selasa (9/9) hingga Rabu (10/9), memicu banjir besar di sejumlah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dalam sepuluh tahun terakhir.

Kepala BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengatakan curah hujan yang tinggi secara terus-menerus membuat sungai-sungai di Bali meluap dan meluber ke permukiman serta ruas-ruas jalan utama. “Ini banjir paling parah dalam satu dekade terakhir,” ujarnya.

Akibat bencana tersebut, sedikitnya dua warga Kabupaten Jembrana meninggal dunia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 200 orang harus dievakuasi dari berbagai titik banjir, terutama di Kota Denpasar, Gianyar, Tabanan, Jembrana, dan Klungkung.

Genangan banjir di Jalan Denpasar–Gilimanuk sepanjang dua kilometer membuat arus lalu lintas dari dan menuju Bali barat terhenti total.

Genangan banjir di Jalan Denpasar–Gilimanuk sepanjang dua kilometer membuat arus lalu lintas dari dan menuju Bali barat terhenti total.

“Jadi ada yang memang ditemukan korban, dua orang meninggal,” ungkap Gubernur Bali Wayan Koster. Ia juga menegaskan pemerintah daerah akan menanggung ganti rugi kerugian para pedagang yang terdampak di Pasar Kumbasari, Denpasar. “Semua kerugian akan dihitung, baik bangunan, material, maupun barang dagangan. Nanti akan diganti menggunakan anggaran sharing APBD Provinsi Bali dengan APBD Kota Denpasar,” jelasnya.

BPBD Bali mencatat ada 43 titik banjir di Denpasar. Lokasi paling parah berada di kawasan Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak. Di empat kecamatan Denpasar – Timur, Barat, Selatan, dan Utara, air merendam permukiman serta jalan raya, termasuk Jalan Teuku Umar Barat, Gunung Salak, Gunung Soputan, hingga underpass Dewa Ruci di Kuta yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Banjir juga membuat arus lalu lintas di Jalan Denpasar–Gilimanuk lumpuh total. Kepala Satlantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, menyebut genangan air sepanjang dua kilometer merendam jalan utama tersebut. “Arus lalu lintas dari Denpasar menuju Gilimanuk maupun sebaliknya terputus. Kami masih menunggu hujan reda agar banjir surut,” katanya.

Derasnya arus banjir akibat hujan ekstrem merusak dan menghanyutkan sejumlah rumah di Bali. Warga dievakuasi ke lokasi aman, sementara tim SAR terus berjibaku di lapangan.

Derasnya arus banjir akibat hujan ekstrem merusak dan menghanyutkan sejumlah rumah di Bali. Warga dievakuasi ke lokasi aman, sementara tim SAR terus berjibaku di lapangan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali menurunkan tim untuk mengevakuasi warga sejak pukul 05.00 Wita. Kepala Seksi Operasi dan Siaga, I Wayan Juni Antara, menyebut evakuasi berlangsung di sejumlah titik. “Sekitar 30 orang dievakuasi di Ubung Kaja, sementara di Jalan Pura Demak sudah lebih dari 40 orang. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah,” katanya.

Hingga siang hari, proses evakuasi masih dilakukan karena intensitas hujan belum juga reda. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat aman, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah meskipun dikepung air.

BPBD Bali menyebut banjir kali ini dipicu oleh beberapa faktor. Selain intensitas hujan yang tinggi, sistem saluran air dan sungai tidak mampu menampung volume air yang besar. Tumpukan sampah serta pembangunan masif juga memperparah kondisi aliran air.

“Masalah pembangunan berpengaruh pada infrastruktur saluran air. Aliran sungai juga terganggu akibat dampak pembangunan,” ujar Kepala BPBD Bali, Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.

Hujan deras sejak Selasa membuat aliran Tukad Badung meluap hingga merendam Pasar Badung, Denpasar. Aktivitas pedagang terhenti total.

Hujan deras sejak Selasa membuat aliran Tukad Badung meluap hingga merendam Pasar Badung, Denpasar. Aktivitas pedagang terhenti total.

Gubernur Wayan Koster mengakui tumpukan sampah memperburuk banjir, terutama di kawasan Pasar Kumbasari. Namun, ia menolak menyebut sampah sebagai penyebab utama. “Curah hujan yang ekstrem dan terus-menerus sejak kemarin yang memicu banjir besar ini,” tegasnya.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan cuaca buruk di Bali dalam dua hari terakhir dipicu oleh aktifnya gelombang ekuatorial Rossby. Fenomena atmosfer itu memicu pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan deras disertai angin kencang dan petir di sebagian besar wilayah Bali.

“Gelombang Rossby ekuatorial mendukung pertumbuhan awan hujan lebat di wilayah Bali dan sekitarnya. Kondisi ini juga didukung kelembapan udara yang tinggi dari lapisan permukaan hingga 500 milibar,” jelas Ketua Kelompok Kerja Operasional Meteorologi BBMKG, Wayan Musteana.

BMKG memprediksi curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga Rabu malam (10/9) dan berangsur menurun pada Kamis (11/9). Saat ini, Bali diperkirakan memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

(Wayan, Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top