Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

JATIM

Aksi Humanis Polisi Berhasil Bubarkan Pesilat yang Tutup Jalan Malang–Blitar

Aparat kepolisian Polres Malang bubarkan penutupan jalan oleh pesilat dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Aparat kepolisian Polres Malang bubarkan penutupan jalan oleh pesilat dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Berita Patroli – Malang

Aksi ratusan simpatisan perguruan silat yang menutup Jalan Raya Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jumat (4/7) dini hari, akhirnya berhasil dibubarkan aparat kepolisian. Langkah ini dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis oleh jajaran Polres Malang, Polda Jawa Timur.

Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo melalui Kasi Humas AKP Bambang Subinajar menyebut bahwa penutupan jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan dan mengganggu ketertiban umum.

“Mereka menutup jalan raya sekitar pukul 01.00 WIB. Tindakan ini jelas mengganggu arus lalu lintas dari dan menuju Kota Malang serta arah Blitar,” ujar AKP Bambang.

Begitu menerima laporan, aparat dari Polres Malang segera bergerak menuju lokasi untuk menertibkan massa. Para pesilat yang mayoritas merupakan penggembira dari luar daerah dibubarkan dengan pendekatan yang tetap menjunjung nilai kemanusiaan.

“Mereka bukan peserta resmi pengesahan, melainkan penggembira dari luar rayon yang datang tanpa koordinasi,” jelas Bambang.

Ia menegaskan bahwa tindakan menutup jalan secara spontan sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi memicu konflik di lapangan. Untuk itu, Polres Malang bertindak cepat dengan pengerahan personel guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Tidak ada tindakan represif. Kami tegas, tapi tetap mengedepankan cara yang persuasif,” tegasnya.

Menurut Bambang, ruas jalan yang diblokade merupakan jalur vital penghubung antarwilayah sehingga wajib steril dari kerumunan massa. Apalagi, tindakan simpatisan tersebut bertentangan dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

“Sudah ada komitmen dari seluruh perguruan silat di Jawa Timur bahwa pengesahan warga baru dilakukan secara terbatas dan tanpa kehadiran penggembira dari luar wilayah,” lanjutnya.

Ia menambahkan, kegiatan pengesahan PSHT di wilayah Kecamatan Pakis juga dikawal ketat oleh 482 personel gabungan. Penjagaan dilakukan di titik-titik penyekatan dan akses utama untuk mencegah potensi gangguan dari luar.

“Kami mohon kerja sama semua pihak, baik pengurus maupun pamter di tiap rayon. Jangan sampai kegiatan sakral seperti ini malah mencoreng nama organisasi karena ulah segelintir oknum,” imbau AKP Bambang.

Hingga Jumat pagi, situasi di Karangkates dan wilayah Sumberpucung dilaporkan kondusif. Polisi masih disiagakan di sejumlah titik guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan massa lanjutan maupun gangguan kamtibmas lainnya. (Yuli)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in JATIM

To Top