Uncategorized
Pelajar di Gowa Diamankan Densus 88 Terkait Dugaan Jaringan Terorisme

Ilustrasi Densus 88
Berita Patroli – Jakarta
Seorang pelajar berinisial Mu alias Am (18) diamankan oleh aparat Densus 88 Antiteror bersama personel Polda Sulawesi Selatan pada Sabtu (24/5) sore, di Jalan SD Daeng Emba, Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Penangkapan ini dilakukan terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan terorisme di wilayah Sulawesi Selatan.
Menurut keterangan Ketua RW 04 Kelurahan Samata, Nasir Daeng Nai, penangkapan terjadi sekitar pukul 17.30 WITA di depan SMP Citra, saat pelajar tersebut sedang membeli air galon isi ulang.
“Dia lagi membeli air galon, langsung diamankan. Motornya tidak, hanya orangnya saja yang dibawa,” ujar Nasir kepada wartawan di sekitar lokasi kejadian.
Nasir menambahkan bahwa terduga diketahui mengajar di sebuah Rumah Tahfidz Alquran (RTA) di Palangga, belakang Taman Makam Pahlawan Romang Lompoa, Kabupaten Gowa. “Tempat tinggalnya di sini, tapi dia mengajar Tahfidz di Palangga. Aktivitas lainnya saya tidak tahu,” jelasnya.
Ibu kandung terduga, Sitti Khadijah, membenarkan bahwa anaknya ditangkap aparat saat pulang membeli air galon. Ia mengatakan, anaknya saat ini duduk di bangku kelas 3 SMA dan aktif sebagai pengajar di Rumah Tahfidz Grafis (RTG).
“Iya, anakku laki-laki, usianya 18 tahun. Dia tidak kerja, cuma membina anak-anak di rumah hafidz, seperti ustaz. Langsung ditangkap tadi” ungkap Sitti
Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas lain yang dilakukan anaknya di luar kegiatan mengajar. Penangkapan itu, menurutnya, berlangsung hanya sekitar 300 meter dari rumah mereka, dan ia sendiri tidak menyaksikan langsung prosesnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait penangkapan tersebut. “Belum monitor,” jawabnya singkat.
Pihak kepolisian diharapkan segera memberikan keterangan resmi guna menjelaskan status hukum terduga serta dugaan keterlibatannya dalam jaringan terorisme.(Red)















You must be logged in to post a comment Login