Hukum dan Kriminal
Dugaan Korupsi BLTDD Rugikan Negara Rp260 Juta, Oknum Bendahara Desa di Sampang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kasi Intel Kejari Sampang Achmad Wahyudi
Sampang – Berita Patroli – Bendahara Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, berinisial S ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Rp260 juta.
Terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat pada tahun 2020 lalu, Kejari Sampang kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan dan menetapkan S sebagai tersangka.
“Kami sudah menetapkan Bendahara Desa Gunung Rancak sebagai tersangka kasus dugaan korupsi BLT Dana Desa tahun anggaran 2020-2021 yang merugikan negara hingga Rp260 juta,” ucap Kasi Intel Kejari Sampang Achmad Wahyudi, Rabu (29/11/2023).
Wahyudi membeberkan sebelum ditetapkan tersangka, S menjalani beberapa kali pemeriksaan sebagai saksi. Selain S, mantan Kepala Desa (Kades) Gunung Rancak Muhammad Juhar (MJ) juga dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tapi, saat itu yang bersangkutan tidak bisa hadir dengan alasan sedang sakit.
“Saat ini tersangka S belum ditahan. Alasannya karena demi menjaga kondusivitas desa. Tapi kami pastikan pemeriksaan perkara ini akan terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain,” katanya.
Selain menetapkan satu orang tersangka, penyidik juga menyita sejumlah uang yang nilainya mencapai Rp260.200.000. Uang tersebut diserahkan tersangka S kepada penyidik Kejari Sampang.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 juncto pasal 8 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
(Red)
