Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

JATIM

Dugaan Pelecehan Anak di Kediri Bertambah Jadi 13 Korban, Dinas Turun Fokus Pulihkan Trauma

Pendampingan terhadap anak-anak korban dugaan perbuatan tidak senonoh di Desa Tales terus dilakukan. DP2KBP3A Kabupaten Kediri fokus pada pemulihan psikologis korban demi menjaga kondisi mental dan masa depan anak-anak.

Pendampingan terhadap anak-anak korban dugaan perbuatan tidak senonoh di Desa Tales terus dilakukan. DP2KBP3A Kabupaten Kediri fokus pada pemulihan psikologis korban demi menjaga kondisi mental dan masa depan anak-anak.

BERITA PATROLI – KEDIRI

Kasus dugaan pelecehan terhadap anak-anak di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, terus menjadi perhatian serius. Jumlah korban yang sebelumnya disebut sekitar 10 anak kini bertambah menjadi 13 anak dan masih berpotensi bertambah seiring proses pendalaman yang dilakukan pihak terkait.

Di tengah mencuatnya kasus tersebut, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri memilih memprioritaskan pemulihan kondisi psikologis para korban yang seluruhnya masih berusia di bawah umur.

Tim psikolog dari dinas bersama psikolog klinis diterjunkan untuk mendampingi anak-anak korban agar trauma yang dialami tidak semakin dalam. Pendampingan dilakukan secara tertutup dan hati-hati demi menjaga kondisi mental korban.

“Karena ini menyangkut anak-anak korban, saat ini kami mendampingi psikologis anak terlebih dahulu untuk penyembuhan,” ujar perwakilan DP2KBP3A Kabupaten Kediri.

Tak hanya itu, pihak dinas juga menggandeng tenaga kesehatan dari puskesmas guna melakukan asesmen awal terhadap kondisi para korban. Hasil pemeriksaan psikologis nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lanjutan.

“Sesuai pemberitaan sebelumnya sekitar 10 anak, tetapi ternyata ada 13. Namun tracing masih belum kami lakukan lebih dalam lagi,” jelasnya.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena terduga pelaku disebut merupakan sosok yang dikenal di lingkungan sekitar sebagai guru ngaji sekaligus penasehat tempat ibadah. Meski demikian, pihak dinas menegaskan informasi tersebut masih berdasarkan keterangan awal warga dan belum menjadi kesimpulan akhir.

DP2KBP3A juga meminta seluruh pihak, termasuk media, agar memberi ruang pemulihan bagi para korban dan tidak mengekspos identitas anak-anak demi melindungi masa depan mereka.

“Kami mohon kesadaran teman-teman media dulu supaya kami bisa fokus mendampingi anak-anak untuk pemulihan mereka,” tambahnya.

Saat ini proses pendampingan dan penanganan terhadap para korban masih terus berlangsung. Pemerintah daerah menegaskan perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam kasus tersebut.

(Yuli, Nyoto, Hari Kaking)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in JATIM

To Top