Berita Nasional
Pergantian Pejabat Strategis Polri, Kalemdiklat Hingga Tiga Kapolda Digeser

Komando ditegakkan dari pucuk pimpinan. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membongkar struktur strategis Polri secara menyeluruh. Pendidikan, komunikasi publik, dan pengendalian wilayah digeser. Rotasi ini bukan sekadar daftar nama, melainkan peringatan keras bahwa perubahan adalah keharusan, bukan pilihan.
BERITA PATROLI – JAKARTA
Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali bongkar pasang struktur internalnya. Lewat rotasi besar-besaran, Polri merombak jabatan strategis mulai dari Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) hingga sejumlah Kapolda dan Wakapolda di wilayah rawan dan strategis.
Jabatan Kalemdiklat Polri yang sebelumnya dipegang Irjen Pol Chryshnanda Dwilaksana resmi dicopot dan digantikan oleh Irjen Pol Achmad Kartiko. Pergantian ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026.
Rotasi ini bukan sekadar formalitas, Lemdiklat merupakan dapur pembentukan karakter, integritas, dan kompetensi personel Polri. Pergantian pucuk pimpinan menandai sinyal keras bahwa Polri tengah mengoreksi serius arah dan kualitas pendidikan internalnya.
Kepastian mutasi ini dibenarkan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
“Iya, benar,” tegas Trunoyudo saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).
Irjen Achmad Kartiko bukan figur baru. Ia sebelumnya menjabat Wakil Kalemdiklat Polri. Artinya, Polri tidak memberi ruang uji coba. Kendali penuh Lemdiklat diserahkan kepada figur yang dianggap paham betul isi, masalah, dan arah pembenahan lembaga pendidikan Polri.
Efek domino langsung terjadi, Jabatan Wakalemdiklat Polri kini diisi Irjen Pol Andi Rian Djajadi, yang sebelumnya Kapolda Sumatera Selatan. Sementara kursi Kapolda Sumsel diserahkan kepada Irjen Pol Sandi Nugroho, mantan Kadivhumas Polri.
Tak berhenti di situ, posisi Kadivhumas Polri — corong resmi institusi — kini dijabat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. Pergeseran ini menegaskan Polri tengah menata ulang lini komunikasi publiknya yang selama ini kerap disorot masyarakat.
Di internal Lemdiklat, bersih-bersih struktur juga dilakukan. Brigjen Pol Kif Aminanto ditunjuk sebagai Direktur Program Pascasarjana STIK Lemdiklat Polri. Sejumlah posisi penting lain turut digeser, menandakan Lemdiklat tidak lagi boleh berjalan normatif dan stagnan.
Struktur baru Lemdiklat Polri:
– Kalemdiklat: Irjen Pol Achmad Kartiko
– Wakalemdiklat: Irjen Pol Andi Rian Djajadi
– Dirprog Pascasarjana STIK: Brigjen Pol Kif Aminanto
– Dosen Kepolisian Utama TK II STIK: Kombes Pol Thimas Widodo Rahino
– Karokurlum Lemdiklat: Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana
Rotasi keras juga menyasar wilayah. Tiga Kapolda diganti sekaligus, Sumatera Selatan, Papua Barat, dan Papua Tengah. Wilayah-wilayah ini bukan daerah biasa, melainkan kawasan dengan dinamika keamanan dan kepercayaan publik yang tinggi.
Daftar Kapolda hasil perombakan:
– Kapolda Sumsel: Irjen Pol Sandi Nugroho
– Kapolda Papua Barat: Brigjen Pol Alfren Papare
– Kapolda Papua Tengah: Kombes Pol Jermias Rontini
Tak cukup di level Kapolda, jabatan Wakapolda juga dibongkar. Empat perwira dirotasi untuk mengisi posisi strategis di Papua, Papua Tengah, Kalbar, dan Bali. Langkah ini menunjukkan Polri tidak setengah-setengah dalam mengatur ulang komando lapangan.
Rotasi besar ini menjadi pesan terbuka, Polri sadar sorotan publik makin tajam. Kepercayaan tidak bisa dibangun dengan seremoni, tetapi dengan pembenahan nyata dari hulu ke hilir, diawali dari ruang kelas Lemdiklat hingga komando wilayah.
Kini publik menunggu, apakah rotasi ini hanya akan berakhir sebagai daftar nama, atau benar-benar melahirkan perubahan sikap, disiplin, dan keberanian Polri dalam melayani hukum dan keadilan.















You must be logged in to post a comment Login