Berita Nasional
Unjuk Rasa Berujung Anarkis, 580 Orang Diamankan Usai Kerusuhan Jatim, 89 Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast memberikan keterangan pers terkait penanganan 580 orang yang diamankan usai kerusuhan di sejumlah daerah Jawa Timur, Selasa (2/9/2025).
Berita Patroli – Kediri
Gelombang unjuk rasa yang berujung ricuh di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Timur masih menyisakan catatan panjang. Polda Jatim melaporkan total 580 orang diamankan usai aksi massa berubah menjadi anarkis, dengan merusak fasilitas umum, membakar gedung pemerintahan, hingga melakukan penjarahan di beberapa titik. Dari ratusan orang yang diamankan itu, sebagian besar dipulangkan, sementara puluhan lainnya harus menjalani proses hukum.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menegaskan kerusuhan tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga merembet ke Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Sidoarjo. “Dari total 580 orang, sebanyak 479 sudah dipulangkan setelah dilakukan pendataan dan diserahkan kepada orang tua maupun LBH. Sementara 89 orang diproses hukum, dan 12 orang lainnya masih dalam pemeriksaan intensif,” kata Abast dalam konferensi pers di Bidhumas Polda Jatim, Selasa (2/9/2025).
Menurut Abast, setidaknya ada 18 titik kericuhan yang terjadi di Jawa Timur, termasuk gedung DPRD Jatim, Gedung Negara Grahadi, hingga Polsek Tegalsari Surabaya. Bentrokan massa dengan aparat di beberapa lokasi juga mengakibatkan kerusakan parah, khususnya terhadap fasilitas kepolisian. Tercatat 15 pos polisi rusak dan sebagian dibakar.
Dalam keterangannya, Abast merinci penanganan massa yang diamankan:
-Surabaya: 288 orang diamankan, dengan rincian 22 diproses hukum dan 266 dipulangkan.
-Kota Kediri: 20 orang diamankan, 7 orang menjalani proses hukum, dan 13 dipulangkan.
-Kabupaten Kediri: 12 orang masih dalam tahap pemeriksaan.
-Kota Malang: 61 orang diamankan, 13 di antaranya diproses hukum tanpa penahanan, sementara 44 dipulangkan.
Kerusuhan di Surabaya menjadi salah satu yang paling besar dampaknya. Selain perusakan fasilitas umum, aksi penjarahan dilaporkan terjadi di kawasan Polsek Tegalsari. Sementara itu, Gedung Negara Grahadi dan kantor DPRD Jatim menjadi simbol perlawanan massa yang dibakar saat kerusuhan berlangsung.
Meski sempat mencekam, Abast memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Surabaya maupun wilayah Jawa Timur lainnya kini terkendali. “Kondisi relatif aman dan kondusif. Polda Jatim terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dengan langkah-langkah preventif serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas agar ketegangan tidak kembali muncul. “Kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan. Sinergi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga Jawa Timur tetap damai,” jelas Abast.
Kerusuhan yang melanda Surabaya, Malang, Kediri, dan sekitarnya ini menjadi salah satu kejadian besar yang menyoroti bagaimana dinamika unjuk rasa dapat berujung pada tindak anarkis. Aparat berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan tanpa merusak fasilitas umum maupun melanggar hukum.
(Tomy, Arinta, saipul)















You must be logged in to post a comment Login