Hukum dan Kriminal
Pemilik Pegadaian Tempat Penadah Curanmor Diringkus Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya

Dok. Polsek Simokerto
SURABAYA – Berita Patroli – Seorang Pria pemilik pegadaian di Surabaya berinisial CP (60) ditetapkan sebagai tersangka usai menjadi penadah kendaraan hasil curanmor.
Kapolsek Simokerto Kompol Mochammad Irfan menjelaskan kasus itu terungkap saat pihaknya mengamankan pelaku curanmor berinisial SP (37).
Saat itu, SP ditangkap setelah mencuri motor Vario warna putih milik korban yang sebelumnya sudah dikenal.

Sejumlah motor hasil curian yang diamankan sebagai BB dari penadah
“Tanpa sepengetahuan korban, pelaku membawa kendaraan korban menggunakan kunci kontak asli beserta STNK dan BPKB,” ujar Irfan di Mapolsek Simokerto Surabaya, Selasa (28/11/2023).
Polsek Simokerto kemudian melakukan pengembangan kasus tersebut. Hasilnya, motor hasil curian SP itu digadaikan di sebuah pegadaian milik CP.
“Ditemukanlah beberapa barang bukti, termasuk Honda Vario putih, STNK, dan BPKB,” kata dia.
Di tempat pegadaian milik CP itu terdapat beberapa kendaraan. Diketahui beberapa di antaranya merupakan kendaraan hasil curian, hal ini diketahui dari rumah kunci yang sudah rusak.
“Jadi, tersangka ini berperan sebagai penadah, menerima gadai kendaraan dari hasil kejahatan,” jelas Irfan.
Sementara itu, CP mengaku kendaraan curian yang digadaikan di tempatnya itu tidak dijual.
“Tidak, kami tidak menjual, kami menunggu sampai diambil. Kadang-kadang selama enam sampai tujuh bulan itu enggak diambil. Jadi, belum pernah kami lempar (jual),” ucapnya.
CP mengungkapkan tarif gadai motor di tempatnya, yakni Rp4,5 juta apabila surat lengkap sedangkan tarif Rp1 juta jika tidak dilengkapi surat.
Pelaku SP pun disangkakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun. Sementara pengelola pegadaian CP disangkakan Pasal 460 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
(Red)
