Hukum dan Kriminal
“Dikasih Uang Jajan dan Kini Hamil”.. Seorang Gadis SMP Jadi Pemuas Nafsu 4 Kakek di Purbalingga

Kronologi terbongkarnya aksi bejat 4 kakek di Purbalingga.
Purbalingga – Berita Patroli – Bejatnya Perilaku 4 orang kakek di Purbalingga, Jawa Tengah. Mereka dengan tega bergiliran merudapaksa seorang anak gadis SMP tetangga yang baru berusia 14 tahun hingga hamil. Kini keempat pelaku bakal menghabiskan hari tuanya di balik jeruji penjara.
Keempat pelaku masing-masing, JH (62) memerkosa 5 kali, AS (51) melakukannya 2 kali, TH (58) sebanyak 3 kali, dan SR (51) 5 kali.
Mereka semua merupakan warga Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.
Modus para tersangka melakukan pemerkosaan adalah mengiming-imingi korban dengan uang, antara Rp 15.000-20.000. Wakapolres Purbalingga, Kompol Donni Krestanto mengatakan, korban dan pelaku merupakan tetangga.
Pemerkosaan tersebut terjadi antara 8 Januari 2023 sampai Mei 2023, kala korban membeli jajan sekitar pukul 13.00 WIB.
Dalam konferensi pers Kamis (13/7/2023), Kompol Donni mengungkapkan insiden berawal saat korban sedang duduk di samping teras rumahnya. Kemudian dipanggil oleh pelaku AS. Kemudian korban mendekat dan korban diajak kerumah pelaku akan diberi uang membeli jajan.

Konferensi pers kasus persetubuhan yang dilakukan empat orang kakek-kakek di Purbalingga yang tega menyetubuhi seorang gadis berumur 14 tahun hingga hamil enam bulan, Kamis (13/7/2023).
“Sehingga korban mau masuk rumah pelaku kedua,” ujar Donni.
Pelaku kemudian mengajak korban ke kamarnya dengan dalih mengambil itulah, dan di sanalah gadis 14 tahun tersebut diperkosa. Setelah selesai, korban diberi uang Rp 20.000.
Pelaku lalu memberi tahu ketiga teman lansianya. Ketiganya lalu melakukan modus yang sama, menawarkan uang jajan kepada korban.
Kasus tersebut terungkap berawal dari kecurigaan orangtua korban, yang melihat anak mereka seperti orang hamil dengan air ASI keluar.
Saat didesak, mulanya korban tidak mau bercerita, sehingga orangtuanya berinisiatif membeli testpack, dan hasilnya positif. Di situlah, korban bercerita tentang perbuatan keempat kakek itu kepada orangtuanya.
Para pelaku pun dijerat Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perindungan Anak jo Pasal 64 KUHPidana. (Red)
